Jumat, 13 Januari 2017

Sidang Notaris Palsukan Akta Otentik, Bekas Petinggi Polri Jadi Saksi

Sidang Notaris Palsukan Akta Otentik, Bekas Petinggi Polri Jadi Saksi

Beritabatavia.com - Berita tentang Sidang Notaris Palsukan Akta Otentik, Bekas Petinggi Polri Jadi Saksi


SIDANG lanjutan kasus pidana akta otentik dengan terdakwa Makbul Suhada SH, notaris di Cibinong Bogor kembali digelar di Pengadilan Negeri ...

Ist.
Beritabatavia.com -
SIDANG lanjutan kasus pidana akta otentik dengan terdakwa Makbul Suhada SH, notaris di Cibinong Bogor kembali digelar di Pengadilan Negeri Cibinong, kemarin. Tiga saksi dimintai keterangan, setelah dua kali mangkir panggilan Jaksa. Ketiga saksi itu, Irjen Pol (Purn) Heru Susanto, Tri Rahardian Sapta Pamarta (anak kandung Heru) dan Soejono (pengacara Heru).

Heru Susanto mengaku beli ruko di Jalan Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan seharga Rp4,5 miliar yang ditawarkan Suwarno. pembayarannya dicicil tiga kali. "Pembayaran bukan
langsung kepada pemilik Ruko Haryanto Latif, namun Suwarno karena saya kenal dan ada kesepakatan,
" katanya

Ternyata, lanjut Heru, jual beli hingga kini menimbulkan masalah. Pada 9 Februari 2007 muncul akta pembatalan atas kuasa menjual dari Notaris Makbul. "Saya pun mengajukan
gugatan perdata dan menang hingga kasasi, bahkan PK pun kami kalah. Saya sudah pegang kunci, sertifikat namun tak bisa berbuat apa-apa, bahkan kami mau balik nama ditolak
Badan Pertanahan,
" ungkapnya.

Sebaliknya Heru juga diadukan ke polda Metro Jaya oleh pemilik ruko, Haryanto, namun oleh penyidik Polda kasusnya dihentikan (SP3). "Karena saya punya bukti kwitansi pembayaran, juga kemenangan gugatan perdata saya di PN Jaksel. Saya juga dilaporkan ke Mabes Polri," paparnya.

Ditanya hakim soal akta otentik yang dipalsukan notaris Makbul, Heru mengaku tak tahu persis karena hal itu urusan notaris. "Saya tidak menyuruhnya, dan itu urusan notaris. Juga soal jual beli Ruko itu saya serahkan anak saya, Tri Rahardian," jawabnya.

Menurutnya, akta jual beli yang diterimanya dari notaris sah, tidak ada kata-kata yang dirubah, tidak ada yang salah. "Apa adanya. Jadi jual beli itu sah. Saya terima dari notaris ya begitu itu," sambungnya.

Sementara Bonar Sibuea, pengacara Hariyanto Latifah menjelaskan keterangan Irjen Pol. (Purn) Heru Susanto banyak menyimpang dan tidak benar. Sebenarnya, itu bukan jual beli
namun baru pengikatan jual beli. Saksi mengaku sendiri tidak membayar kepada pemilik Ruko Haryanto Latifah. Jadi pemilik sah masih Haryanto Latifah.

 "Soal kunci dan sertifikat yang diterima Heru, itu cuma dititipkan sesaui kesepakatan dan ada tanda bukti terimanya. Seharusnya dikembalikan sebagai barang titipan kepada
Haryanto,
" sambungnya, di Jakarta, Jumat (13/01/2017).

Menyinggung gugatan perdata, pengacara Bonar mengarakan Harijanto juga menang sampai PK di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. "Nah, sekarang putusan mana yg mau dipakai? Ini unik karena ada 2 putusan PK dalam perkara perdata.  Juga Akta pembatalan terhadap Surat Kuasa Menjual dibuat oleh Notaris Makbul karena notaris tahu memang belum dibayar," jawabnya.

Sidang kasus pidana akta otentik dengan terdakwa Makbul Suhada SH mengakui perbuatannya salah dengan membuat akta pembatalan terhadap surat kuasa menjual ruko di Jalan Pasar Minggu Kalibata Jakarta Selatan, tanpa persetujuan pemilik akta yang sah Haryanto Latifah. Bahkan notaris senior di Cibinong ini menandatangani akta pembatalan sehingga merugikan pemilik seritifikat asli.

"Saya akui pak ketua, kami yang membuat sekaligus meneken akta pembatalan penjualan ruko itu tanpa persetujuan saksi korban. Saya khilaf, saya lalai pak ketua. Bahkan saya
membuat surat pernyataan intinya dan apabila ada yang tidak sesuai (dalam jual beli) maka batal demi hukum,
" papar terdakwa Makbul

Dalam surat pernyataan itu, notaris Makbul mengaku diperintah Heru Sutanto, namun tiba-tiba dibantah dipersidangan. Akibat perbuatan itu, Terdakwa Makbul juga mengakui akibat perbuatannya telah kena skorsing dari organisasi Notaris selama 3 bulan tidak boleh menjalankan praktek notaris. o day







Berita Lainnya
Kamis, 03 Oktober 2019
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Minggu, 29 September 2019
Sabtu, 28 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Selasa, 17 September 2019