Rabu, 25 Januari 2017

Belum Ada Tersangka, Kasus Sylvi Naik ke Penyidikan

Belum Ada Tersangka, Kasus Sylvi Naik ke Penyidikan

Beritabatavia.com - Berita tentang Belum Ada Tersangka, Kasus Sylvi Naik ke Penyidikan

MESKI Sylviana Murni mengaku tidak ada tindak pidana korupsi dalam kasus dana bansos untuk kegiatan Kwarda Pramuka DKI, namun Mabes Polri telah ...

Ist.
Beritabatavia.com - MESKI Sylviana Murni mengaku tidak ada tindak pidana korupsi dalam kasus dana bansos untuk kegiatan Kwarda Pramuka DKI, namun Mabes Polri telah meningkatkan kasus tersebut ke tingkat penyidikan. Hal itu dibenarkan oleh Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Kombes Pol Adi Deriyan. “Iya, sudah (penyidikan) kemarin,” ujar Adi

Menurut Adi Deriyann, meski sudah naik ke penyedikan namun belum ada tersangkanya.” Masih perlu pendalaman penyidikan, polisi masih akan memeriksa sejumlah saksi dan ahli,” jelasnya.

Kasus ini adalah adanya dugaan korupsi dana bantuan sosial untuk Kwarda Pramuka DKI yang bersumber dari anggaran tahun 2014 dan 2015.

Menurut Kepala Bagian Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Kombes Pol Martinus Sitompul ada anggaran Rp 6,8 miliar dari bantuan sosial Pemprov DKI Jakarta, masing-masing untuk tahun 2014 dan 2015.

Sebelumnya Sylviana ketika diperiksa Bareskrim Mabes Polri mengakui bahwa dia tidak pernah melakukan korupsi. Hanya saja menurut Sylvi, dalam penggunaannya, ada sejumlah program yang tidak berjalan. Namun, dia tidak menjelaskan program-program tersebut.

Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta sejak Januari 2015 mengatakan tersebut , pihaknya telah melakukan audit. Dana hibah yang tidak terpakai karena adanya program yang tidak berjalan dikembalikan kepada Pemprov DKI. Adapun jumlahnya sekitar Rp 801 juta. “Hasil kegiatan kami pada 2014, di sini jelas bahwa sudah ada auditor independen. Jadi, saya sudah punya auditor independen akuntan publik terdaftar. Yang kegiatan ini semua adalah wajar,” kata dia.

Bahkan Sylvi mengatakan ada kesalahan dari Bareskrim saat memanggil dirinya untuk dijadikan saksi. Dalam panggilan itu disebut soal kasus dana bansos atau bantuan sosian. Nyatanya dana yang dipakai adalah dana hibah dari APBD DKI yang saat itu ditandatangani oleh Jokowi ketika masih jadi Gubernur DKI.

Menanggapi penyerakaan Sylvi, lalu Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto meluruskannya. “Dapat kami jelaskan bahwa penggunaan kata ‘dana bansos’ tersebut berdasarkan laporan informasi pengaduan masyarakat yang masuk yang menyataman adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan dana bansos di Kwarda DKI Jakarta,” terang Rikwanto .

“Laporan tersebut lah yang digunakan sebagai dasar diterbitkan Sprin Penyelidikan dan selanjutnya juga tertera dalam surat panggilan. Namun kemudian dalam proses pemeriksaan terhadap Ibu Sylviana Murni, kemudiaan terungkap bahwa dana yang diterima oleh Kwarda DKI bukan bersumber dari dana bansos melainkan bersumber dari dana hibah,” tambahnya. o pko



Berita Lainnya
Jumat, 10 Mei 2019
Rabu, 08 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Rabu, 17 April 2019