Senin, 30 Januari 2017

Air Mata Eks Gubernur Sumut Menetes di Pengadilan

Air Mata Eks Gubernur Sumut Menetes di Pengadilan

Beritabatavia.com - Berita tentang Air Mata Eks Gubernur Sumut Menetes di Pengadilan

Eks Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho kembali diseret pengadilan dalam kasus lainnya. Kali ini, Gatot menangis saat memberikan keterangan ...

Ist.
Beritabatavia.com - Eks Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho kembali diseret pengadilan dalam kasus lainnya. Kali ini, Gatot menangis saat memberikan keterangan dalam sidang lanjutan dugaan suap pimpinan dan anggota DPRD senilai Rp 61,8 miliar di ruang Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/1).

Awalnya, anggota majelis bernama Yusra, menanyakan kepada terdakwa bagaimana kondisi keluarga dengan permasalahan hukum yang sedang dihadapinya. Mendengar itu, suami Sutias Handayani ini mendadak menangis karena adanya pemberitaan tentang anak dan istrinya di media.

Dengan nada suara yang terdengar parau, Politisi Partai Keadilan Sosial (PKS)  mengeluhkan pemberitaan yang belakangan ini muncul di media. "Saya katakan, yang paling merasakan imbasnya adalah keluarga saya. Sampai istri dan anak saya pulang naik angkot pun diberitakan. Mohon maaf, Yang Mulia. Istri saya dua, termasuk anak saya yang terkena imbasnya," ujarnya terisak-isak.

Istrinya Sutias dan kedua putrinya yang selalu setia hadir di persidangan Gatot, juga ikutan menangis. Mata ketiga perempuan berjilbab ini berkaca-kaca lalu mengusap matanya dengan sehelai tisu

Dalam kasus lainnya,  Gatot Pujo Nugroho terkait korupsi dana bansos Kesbangpolinmas Pemprovsu tahun 2013 di Ruang Sidang Cakra 1, Pengadilan Negeri Medan, Gatot terancam mendapatkan hukuman penjara maksimal 5 tahun. "Dakwaan primer pasal 2 ancamannya penjara 4 tahun dan subsider pasal 3 ancamannya penjara 1 tahun," katanya.

 Kejagung menetapkan tersangka terhadap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan Kepala Kesbangpol Linmas Provinsi Edi Sofyan dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dana hibah serta bantuan sosial tahun 2013. Edi Sofyan telah dihukum 5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Medan, dalam kasus korupsi penyaluran dana hibah serta bantuan sosial tahun 2013 senilai Rp1,1 miliar dan membayar denda Rp200 juta. Kerugian akibat penyaluran dana hibah dan bansos mencapai Rp1,6 miliar dari total anggaran sebesar Rp2,1 triliun.

Sebelumnya Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti masing-masing divonis pidana 3 dan 2,5 tahun penjara dan denda sebesar Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/3). Keduanya terbukti menyuap tiga hakim serta satu panitera Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan serta mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasional Demokrat (NasDem), Patrice Rio Capella. o pko


Berita Lainnya
Kamis, 24 Oktober 2019
Kamis, 24 Oktober 2019
Minggu, 20 Oktober 2019
Sabtu, 19 Oktober 2019
Jumat, 18 Oktober 2019
Rabu, 16 Oktober 2019
Selasa, 15 Oktober 2019
Senin, 14 Oktober 2019
Kamis, 10 Oktober 2019
Rabu, 09 Oktober 2019
Rabu, 09 Oktober 2019
Selasa, 08 Oktober 2019