Jumat, 03 Februari 2017

Dua Anggota DPR Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi

Dua Anggota DPR Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi

Beritabatavia.com - Berita tentang Dua Anggota DPR Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi

KPK menetapkan dua anggota DPR jadi tersangka korupsi  dalam kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). ...

Ist.
Beritabatavia.com - KPK menetapkan dua anggota DPR jadi tersangka korupsi  dalam kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Keduanya adalah anggota Komisi V DPR atas nama Yudi Widiana adalah  politisi PKSdan Musa Zainuddin dari PKB. Keduanya masih aktif sebagai wakil rakyat.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan membenarkan berita tentang penetapan tersangka tersebut.  "Bahkan, penetapan status tersangka tersebut sudah sejak 24 Januari 2017," paparnya di Jakarta, Jumat (03/02).

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Januari 2016. Saat itu KPK menangkap Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu merupakan anggota Komisi V DPR. Selain itu, KPK menangkap dua rekan Damayanti, Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin. Mereka saat itu disangka menerima suap dari Abdul Khoir, yang juga ditangkap.

Dalam perjalanannya, kasus pun berkembang dan KPK menetapkan beberapa tersangka lainnya kemudian. Para tersangka yang ditetapkan dalam pengembangan kasus adalah Budi Supriyanto, Amran H Mustary, Andi Taufan Tiro, dan So Kok Seng.

Nama Yudi dan Musa sendiri juga sering  disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Salah satunya ketika Aseng dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan pada tanggal 18 April 2016. Saat itu, Aseng mengaku telah menyerahkan duit sebesar Rp 2,5 miliar kepada Yudi.

Aseng menyebut uang itu disampaikan melalui seorang anggota DPRD Bekasi bernama Kurniawan. Namun, Yudi selalu membantah pemberian duit itu dalam berbagai kesempatan. Nama Musa di beberapa kesempatan pun kerap disebut. Salah satunya muncul dalam sidang pembacaan dakwaan Amran H Mustary. Tak hanya itu, dalam dakwaan Khoir, Musa juga disebut ikut menerima duit suap.

Musa disebut menerima komisi sebesar 8 persen atau senilai Rp 8 miliar dari total nilai proyek pembangunan atau rekonstruksi jalan di Maluku dan Maluku Utara. Soal penetapan status tersangka tersebut, Yudi Widiana mengaku belum tahu apa yang disangkakan. “Saya juga nggak tahu,” katanya. o day


Berita Lainnya
Selasa, 07 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Rabu, 17 April 2019
Selasa, 16 April 2019
Senin, 15 April 2019