Jumat, 10 Februari 2017

Notaris Makbul Suhada Akui Palsukan Akta Otentik

Ist.
Beritabatavia.com -
Terdakwa Makbul Suhada SH, notaris di Cibinong Bogor mengakui memalsukan akta otentik pembatalan terhadap surat kuasa menjual ruko di Jalan Pasar Minggu Kalibata Jakarta Selatan, tanpa persetujuan pemilik akta yang sah Haryanto Latifah. Bahkan notaris senior di Cibinong ini menandatangani akta pembatalan sehingga merugikan pemilik seritifikat asli.

"Saya akui pak ketua, kami yang membuat sekaligus meneken akta pembatalan penjualan ruko itu tanpa persetujuan saksi korban. Saya khilaf, saya lalai pak ketua. Bahkan saya
membuat surat pernyataan intinya dan apabila ada yang tidak sesuai (dalam jual beli) maka batal demi hukum," papar terdakwa Makbul dalam sidang lanjutan dengan materi pemeriksaan terdakwa digelar di Pengadilan Negeri Cibinong, kemarin.

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim  Barita Sinaga dengan anggota Yuliana dan Raden Ayu Riskiati, terdakwa Makbul menjelaskan terkait jual beli ruko milik Haryanto Latifah tahun 2007, Notaris Makbul membuat tiga akte. Pertama, akte persetujuan dari isteri Haryanto Latifah untuk menjual Ruko. Kedua akta pengikatan jual beli antara Haryanto Latifah dengan TriRahardian Sapta Pamarta (selaku pembeli). Ketiga Akta Kuasa jual beli.

Ternyata selama proses penjualan ruko senilai Rp 4, 5 miliar itu, Haryanto Latifah tidak pernah dibayar oleh TriRahardian. Karena itu, Haryanto meminta dibuatkan akta pembatalan jual beli. "Jadi selama ini saya tidak tahu kalau Pak Haryanto tidak pernah dibayar oleh pembelinya. Ternyata saya mendapatkan tiga foto copy kwintasi pembayaran dari TriRahardian. Nah dengan kwitansi itu, saya berinisiatih membuat akta pembatalan No. 15 secara sepihak, tanpa memberitahu kepada Haryanto," paparnya dengan polos.

Dalam akta itu, Notaris Makbul menambahkan kata-kata yang merugikan Haryanto. "Penambahan kata-kata itu atas inisiatif saya sendiri Pak Hakim," kata Makbul. "Anda kan sarjana hukum, dan sudah bergelut jadi notaris selama 15 tahun, kok beraninya membuat penambahan kata-kata yang merugikan orang lain," tanya ketua majelis hakim. "Saya salah Pak hakim, saya sadar bahwa perbuatan saya melanggar hukum," jawab Makbul tanpa beban.

Majelis hakim melanjutkan perbuatan saudara ini ancamannya berat lho maksimal 8 tahun penjara, anda kok berani-beraninya memalsukan akta apa ada motif lain? "Tidak pak hakim," jawab Makbul yang tidak ditahan dalam kasus ini. "Maaf pak hakim, dalam kasus ini saya sudah diproses majelis perserikatan notaris dan sudah dijatuhi hukuman selama 3 bulan tidak boleh membuka praktek kenotariatan," sambung terdakwa Makbul.

"Itukan hukuman majelis perserikatan, namun hukuman pidana pasti lebih berat. Juga setelah tiga bulan skorsing kini sudah membuka praktek lagi, jangan-jangan anda melakukan perbuatan yang sama," lontar ketua majelis hakim. "Tidak pak hakim, saya kapok. Saya merasa bersalah dan saya sadar bahwa perbuatan saya melanggar hukum," jawabnya dengan penuh penyesalan.

Ditanya lagi, apakah anda diperintah Heru Sutanto ayah Trirahardian. Notaris Makbul tetap ngotot bahwa yang dilakukan adalah inisiatinya. "Tapi perbuatan itu merugikan orang lain, dampaknya sangat luar biasa akibat pennambahan kata-kata tanpa sepengatahuan kedua belah pihak," sambung majelis hakim.

Dalam sidang ini, Jaksa membacakan dua saksi ahli Notaris dan hukum pidana yang berhalangan hadir. Saksi Cicit Wiryanti, saksi ahli notaris mengakui ada kejanggalan dalam akta otentik yang dibuat notaris Makbul Suhada terkait kasus ini. "Kewajiban notaris harus adil, tidak berpihak terhadap yang berperkara. Apa yang dilakukan Notaris Makbul adalah perbuatan yang tidak jujur, berpihak dan merugikan orang lain. Ini sangat berbahaya," katanya.

Hal senada juga disampaikan pakar hukum pidana bahwa perbuatan notaris Makbul adalah melanggar hukum pidana. o day





Berita Lainnya
Jumat, 28 Desember 2018
Kamis, 20 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 09 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018
Kamis, 06 Desember 2018