Rabu, 15 Februari 2017 11:45:26

KPK Usut Adik Ipar Presiden Jokowi Terlibat Suap

KPK Usut Adik Ipar Presiden Jokowi Terlibat Suap

Beritabatavia.com - Berita tentang KPK Usut Adik Ipar Presiden Jokowi Terlibat Suap

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah bekerja untuk membuktikan peran Arif Budi Sulistyo dalam perkara dugaan suap kepada pejabat Direktorat ...

 KPK Usut Adik Ipar Presiden Jokowi Terlibat Suap Ist.
Beritabatavia.com -
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah bekerja untuk membuktikan peran Arif Budi Sulistyo dalam perkara dugaan suap kepada pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Arif merupakan Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera sekaligus adik ipar Presiden Joko Widodo.

KPK akan buktikan tiga hal. Pertama, Arif Budi Sulistyo diduga mitra bisnis terdakwa. Ia diduga mengenal pejabat-pejabat di DJP. Kami akan buktikan ini, kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa (14/02).

Kasus suap pejabat Ditjen Pajak ini dilakukan oleh PT EKP. Nama Arif muncul dalam surat dakwaan Ramapanicker Rajamohan Nair, Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia.

Ia didakwa menyuap Handang Soekarno, Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sebesar Rp 1,9 miliar. Suap itu diduga diberikan agar Handang membantu menyelesaikan sejumlah permasalahan pajak yang dihadapi PT EKP.

Selama proses penyidikan, nama Arif tidak pernah dicantumkan dalam daftar pemeriksaan saksi yang dipanggil penyidik KPK. Namun, Febri mengatakan penyidik pernah memeriksa Arif pada pertengahan Januari lalu.

Tak dicantumkannya nama Arif dalam jadwal pemeriksaan, kata Febri, merupakan strategi penyidik agar lebih konsentrasi pada substansi perkara. Dari konstruksi dakwaan kita bisa baca di sana. Ada beberapa peran krusial yang akan kami buktikan, katanya.

Febri memastikan lembaganya tidak akan melihat status Arif sebagai adik ipar Presiden Joko Widodo dalam menangani perkara ini. Ia berujar, penyidikan terus berjalan dan KPK akan membuktikan apa yang sudah tertulis dalam surat dakwaan. Proses ini akan dilakukan apa adanya. KPK akan melakukan proses hukum, katanya. o tmp


Berita Lainnya
Sabtu, 18 Januari 2020
Kamis, 16 Januari 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Senin, 13 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Senin, 06 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020