Selasa, 28 Februari 2017

Suap Garuda, Bos MRA Diperiksa KPK

Suap Garuda, Bos MRA Diperiksa KPK

Beritabatavia.com - Berita tentang Suap Garuda, Bos MRA Diperiksa KPK


DIREKTUR Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soerdarjo (SS) kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan dugaan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
DIREKTUR Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soerdarjo (SS) kembali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penyidikan dugaan suap pembelian 11 mesin pesawat Roll-Royce dan 50 pesawat airbus PT Garuda Indonesia.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, penyidik akan memeriksa Soetikno dalam kapasitasnya sebagai saksi. Soetikno juga sudah dijadikan tersangka dalam kasus ini. "Dia akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emisrsyah Satar)," kata Febri saat dikonfirmasi Jakarta, Selasa (28/2/2017).

Pada Selasa (14/2/2017), Soetikno Soerdarjo juga diperiksa perdana sebagai tersangka perantara suap dari Roll-royce ke mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Bersama Soetikno, penyidik juga memanggil saksi lain yakni Senior Manager Engine Management PT Garuda Indonesia (Persero) Azwar Anas; dan mantan Vice Presiden Aircraft Maintenance Management PT Garuda Indonesia (persero) Batara Silaban.

Dalam kasus dugaan suap pembelian pesawat airbus dan mesin dari Rolls-Royce P. L. C pada PT Garuda Indonesia (Persero), KPK resmi menetapkan Direktur PT Garuda Indonesia periode 2005-2015 Emirsyah Satar (saat ini menjabat sebagai Chairman MatahariMall.com) dan Beneficial Owner Cannaught International Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka.

Emirsyah diduga menerima suap dari Roll-Royce dan airbus melalui perantara yakni Soetikno. Suap tersebut diberikan dalam bentuk uang dan barang. Uang yang diterima Emirsyah senilai USD 2 juta. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta tersebar di Singapura dan Indonesia.

Atas dugaan itu, Emirsyah diduga melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Soetikno yang diduga sebagai pemberi suap disangkakan dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana. o eee





Berita Lainnya
Senin, 11 Maret 2019
Sabtu, 09 Maret 2019
Rabu, 06 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Selasa, 05 Maret 2019
Jumat, 01 Maret 2019
Kamis, 28 Februari 2019
Rabu, 27 Februari 2019
Selasa, 26 Februari 2019
Minggu, 24 Februari 2019
Kamis, 21 Februari 2019
Rabu, 20 Februari 2019