Beritabatavia.com -
Indonesia sukses menempatkan seluruh pemain tunggal putranya di babak kedua Kejuaraan Asia di New Delhi, India, Rabu (14/4). Sedang di bagian putri, Maria Kristin Yulianti harus tersingkir lebih awal.
Nugroho Andi Saputra menjadi wakil kedua Indonesia yang menembus babak kedua setelah menang mudah atas Nandagopal K dengan skor 21-15, 21-15 di Siri Fort Indoor Stadium. Sukses serupa diraih Dionysius Hayom Rumbaka dan Tommy Sugiarto. Dionysius yang tampil sebagai unggulan ke-12 mengalahkan wakil Vietnam, Hoang Hai Nguyen 21-9, 21-16. Sedangkan Tommy hanya butuh waktu 31 menit saja untuk menyudahi perlawanan Sa Rang Kim 21-15, 21-15.
Lain halnya dengan Andre Kurniawan. Unggulan ke-15 ini harus berjuang ekstra keras untuk mengatasi perlawanan sengit dari Jen Hao Hsu dalam tiga set. Setelah menang di set pertama, Andre kehilangan set kedua sebelum akhirnya mengunci kemenangan dengan skor 21-18, 26-28, 21-10.
Dengan kemenangan ini, Indonesia berhasil menempatkan seluruh pemain tunggal putra di babak kedua setelah sebelumnya kemenangan juga diraih Taufik Hidayat yang mengalahkan Indra Mehata 21-6, 21-9, untuk selanjutnya bertemu Le Ha Anh dari Vietnam pada putaran kedua pada Rabu sore waktu setempat. Taufik pun kembali mendulang kemenangan mudah atas Le Ha Anh dengan skor 21-10, 21-16. Di putaran berikutnya, Taufik akan bertemu Hsuan Yi Hsueh dari Taiwan pada Kamis (15/4).
satu hal unik di babak kedua sudah langsung terjadi all-Indonesia dimana Andre Kurniawan Tedjono berhadapan dengan Nugroho Andi Saputra. Alhasil, Andre keluar sebagai pemenang dengan skor 21-18, 21-18.
Di bagian putri, Maria Kristin langsung terdepak di babak pertama setelah ditaklukkan pemain Hongkong Zhou Mi dengan 21-15, 18-21, 16-21. Hasil ini sungguh sangat mengecewakan Maria Kristin, karena performanya tak kunjung membaik sejak meraih perunggu di Olimpiade Beijing 2008 lalu. Padahal, ia diharapkan bisa berprestasi di turnamen berhadiah 150.000 dollar AS ini, untuk mendongkrak kembali posisinya yang sekarang di urutan 50 BWF.
Dalam duel berdurasi 56 menit ini, Maria Kristin sempat menguak harapan untuk lolos ke babak kedua. Setelah tampil mengesankan di set pertama untuk meraih kemenangan 21-15, Maria Kristin juga mengawali set kedua dengan sangat manis karena selalu unggul dalam pengumpulan poin.
Selepas skor 1-1, Maria Kristin terus melejit hingga memimpin 12-7. Meskipun jarak itu sempat dipangkas oleh Zhou Mi menjadi 11-13, Maria Kristin kembali melaju hingga memimpin 17-12, untuk menguak harapan mengakhiri pertarungan melelahkan itu.
Namun, Zhou Mi tak mudah menyerah. Pelan tapi pasti, unggulan kedua ini mengejar dan balik memimpin 19-17 setelah mengemas tujuh poin secara beruntun. Dalam posisi ini, Zhou Mi tak terbendung lagi untuk menang 21-18, sekaligus memaksa rubber game.
Pada set penentuan, performa Maria Kristin sudah menurun drastis. Sebaliknya, Zhou Mi berada di atas angin, sehingga mantan pemain nomor satu dunia ini dengan mudah meraih angka dan tak terkejar lagi selepas kedudukan 5-5, hingga menang 21-16.
Nasib serupa juga dialami rekan Maria Kristin dari Pelatnas Cipayung, Linda Weni Fanetri. Melawna pemain Singapura Xing Aiying, Linda Weni menyerah dua set langsung 18-21, 11-21 dalam waktu 32 menit. jhn