Senin, 13 Maret 2017

PN Jakbar Loloskan 4 Penjahat WN China dari Hukuman Mati

PN Jakbar Loloskan 4 Penjahat WN China dari Hukuman Mati

Beritabatavia.com - Berita tentang PN Jakbar Loloskan 4 Penjahat WN China dari Hukuman Mati

Jaringan Informasi Dampak Miras dan Narkoba,Ridma Foundation mendesak Komisi Yudisial (KY) mengusut dugaan adanya upaya majelis hakim PN Jakarta ...

Ist.
Beritabatavia.com - Jaringan Informasi Dampak Miras dan Narkoba,Ridma Foundation mendesak Komisi Yudisial (KY) mengusut dugaan adanya upaya majelis hakim PN Jakarta Barat, meloloskan 4 warga Negara China dari hukuman mati.

Menurut Ketua Umum Jaringan Informasi Dampak Miras dan Narkoba,Ridma Foundation, SS Budi Rahardjo, vonis mejelis hakim PN Jakarta Barat pada Jumat 3 Maret 2017 lalu diduga sebagai upaya untuk meloloskan 4 WN China yang terlibat kasus 20 Kg narkoba jenis sabu. Sedangkan seorang WNI yang juga terdakwa bersama 4 WN China itu divonis hukuman mati.
 
Apalagi, kata SS Budi Rahardjo, sebelum vonis dibacakan, pihaknya sudah mendapat informasi  ada sejumlah pihak yang berupaya menyelamatkan ke 4 WN China itu dengan melakukan pendekatan dengan hakim.
 
"Sebelumnya kami menerima informasi ada yang berusaha meloby majelis hakim, terbukti empat warga asing itu divonis seumur hidup .Sedangkan seorang warga Indonesia divonis mati," kata SS Budi Rahardjo, Senin (13/3).
 
Vonis hakim yang mencurigakan itu bermula setelah petugas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menangkap empat WN China di salah satu kamar hotel Fave yang terletak di kawasan Jakarta Barat,pada Juni 2016 silam. Dari tangan ke empat WN China masing "masing Chen Shaoyan alias Xiao Yan Zi, Tan Welming alias Aming, Qiu Junjie alias Junji , Shi Jiayi alias Jia Bo disita barang bukti 20 Kg sabu.
 
Setelah dilakukan pengembangan kemudian berhasil meringkus seorang warga Indonesia bernama Santa di daerah Dadap, Tangerang. Saat ditangkap, polisi tidak menemukan barang bukti dari tangan Santa. Kepada petugas, Santa mengaku hanya sebagai penerjemah dan penunjuk jalan untuk ke 4 WN China tersebut. Meskipun Santa mengaku mencarikan tempat dan bangunan untuk dijadikan gudang,namun tidak mengetahui jenis barang yang akan disimpan digudang tersebut.
 
Kajari Jakarta Barat, Reda Manthovani mengatakan, meski Santa mengaku hanya sebagai translator,tapi terlibat juga peredaran sabu. Jaksa penuntut yakin Santa dan 4 WN China terlibat dalam peredaran 20 kg sabu tersebut. Kelimanya dinyatakan melanggar Pasal 114 UU Narkotika.

Namun, karena putusan hakim terhadap 4 WN China hanya hukuman seumur hidup tidak sesuai dengan tuntutan Jaksa yaitu hukuman mati, jaksa langsung mengajukan banding.

"Kita banding hanya untuk empat WN China-nya karena tuntutan kita adalah hukuman mati," kata Reda. O son

Berita Lainnya
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019
Senin, 26 Agustus 2019
Minggu, 25 Agustus 2019
Jumat, 23 Agustus 2019
Selasa, 20 Agustus 2019