Senin, 01 Mei 2017 11:28:19

India Bagikan Gebukan Kasur Buat Istri Pukuli Suami Pemabuk

India Bagikan Gebukan Kasur Buat Istri Pukuli Suami Pemabuk

Beritabatavia.com - Berita tentang India Bagikan Gebukan Kasur Buat Istri Pukuli Suami Pemabuk

Demi mengantisipasi kekerasan dalam rumah tangga, para pengantin wanita di India dibekali tongkat kayu yang dapat digunakan sebagai senjata jika ...

  India Bagikan Gebukan Kasur Buat Istri Pukuli Suami Pemabuk Ist.
Beritabatavia.com -
Demi mengantisipasi kekerasan dalam rumah tangga, para pengantin wanita di India dibekali tongkat kayu yang dapat digunakan sebagai senjata jika sewaktu-waktu para suami bersikap kasar usai mabuk-mabukkan.

Ide itu dibuat atas inisiatif seorang menteri di negara bagian Madya Pradesh, Gopal Bargava. Bargava membagikan tongkat yang biasa digunakan untuk menghilangkan debu dari kasur atau pakaian kepada sekitar 700 pengantin wanita dalam sebuah pernikahan massal.

Tongkat hampir sepanjang kaki itu diberi tulisan untuk memukuli pemabuk dan polisi tidak akan ikut campur pada permukaannya. Bargava berharap dengan adanya tongkat tersebut, para istri bisa membela diri saat diperlakukan semena-mena.

Saya ingin mengurangi angka kekerasan domestik kepada wanita, khususnya di wilayah pedesaan, dilakukan oleh para suami yang gemar meminum minuman keras, kata Bargava, seperti dilansir dari laman Independent, Senin (1/5).

Banyak wanita yang bilang bahwa jika suami mereka mabuk, maka mereka akan dikasari. Tabungan mereka dirampas dan digunakan untuk membeli minuman beralkohol. Pemberian tongkat ini sama sekali bukan untuk menghasut para wanita berbuat kasar, tetapi untuk mencegah kekerasan, tambahnya.

Selain membagikannya kepada 700 pengantin wanita dalam pernikahan massal, Bargava juga memesan 10.000 tongkat lainnya untuk didistribusikan kepada wanita yang baru menikah.

Ide ini didukung oleh berbagai pihak, khususnya para aktivis pembela hak wanita India. Sebab, menurut Biro Catatan Kejahatan Nasional, kejahatan terhadap perempuan di India meningkat hingga 34 persen dari tahun 2012 ke 2015. Hal ini membuat pemerintah harus bergerak cepat untuk melakukan upaya pencegahan.

Tahun lalu, menteri transportasi federal mengumumkan bahwa semua bus di negara tersebut akan dilengkapi dengan tombol panik untuk melindungi orang-orang yang mengalami kekerasan atau pelecehan di transportasi umum. Tombol itu akan memberi sinyal peringatan darurat ke kantor polisi setempat. o mdo


 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Minggu, 21 April 2024
Jumat, 15 Maret 2024
Sabtu, 09 Maret 2024
Rabu, 06 Maret 2024
Kamis, 01 Februari 2024
Minggu, 10 Desember 2023
Minggu, 01 Oktober 2023
Jumat, 22 September 2023
Rabu, 23 Agustus 2023
Kamis, 13 April 2023
Sabtu, 01 April 2023
Kamis, 30 Maret 2023