Sabtu, 27 Mei 2017

Berkas Kasus Ki Gendeng Pamungkas Dilimpahkan

Ist.
Beritabatavia.com - Penyidik Polda Metro Jaya telah menyelesaikan berkas kasus video rasis yang dilakukan paranormal Ki Gendeng Pamungkas (KGP). Bahkan, berkas kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

"Berkas perkara dugaan tindak pidana diskriminasi ras dan etnis Ki Gendeng Pamungkas telah dikirimkan ke Kejati DKI tahap satu," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Sabtu (27/5/2017).

Menurut Argo, polisi tinggal menantikan hasil pemeriksaan Kejati DKI, apakah sudah bisa dinyatakan lengkap ataukah masih harus diperbaiki lagi. Polisi pun siap bila harus memperbaiki berkas agar kasus paranormal fenomenal itu bisa segera disidangkan. "Kita tunggu penelitian jaksa, diharapkan bisa segera dinyatakan lengkap oleh kejaksaan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nirwan Nawawi mengaku belum mengetahui hal itu. Kata dia, dirinya belum tahu soal pelimpahan berkas kasus ujaran kebencian terhadap Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) yang diduga dilakukan Ki Gendeng Pamungkas. "Nanti saya periksa dahulu sudah diterima berkas atau belum," katanya.

Paranormal fenomenal asal Bogor diciduk petugas Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya, Selasa, 9 Mei 2017 malam terkait kerap mengkampanyekan ujaran kebencian terhadap Suku Agama Ras Antargolongan (SARA) tertentu.

Paranormal yang juga sempat menjadi salah satu kontestan Calon Wali Kota Bogor di Pilkada 2013 lalu itu, dianggap sudah meresahkan karena aksi kampanye anti-rasis melalui ormas Front Pribumi yang didirikannya sejak tahun 2000-an, kerap melakukan penghasutan dengan membagikan stiker dan kaus antietnis tertentu.
 
KGP ditangkap di kediamannya di Jalan Tanah Merdeka Perumahan Bogor Baru, Bogorm tanpa melakukan perlawanan.  KGP ditangkap atas dugaan kasus perbuatan menyebarkan ujaran kebencian antara etnis dan golongan. Tak hanya itu, KGP juga diduga melakukan ajakan kepada masyarakat dengan secara sengaja menyebarkan atribut antietnis tertentu.

Dari lokasi penangkapan, polisi mengamankan barang bukti yakni satu alat perekam video yang digunakan tersangka untuk merekam aktivitasnya, jaket, kaus, stiker dan badge bertuliskan anti-etnis tertentu, empat senjata tajam, dan dua senjata api jenis airsoft gun. KGP akan dijerat Pasal 4 huruf b Jo Pasal 16 UU RI Nomor 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau Pasal 156 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. o tot



Berita Lainnya
Minggu, 30 Desember 2018
Sabtu, 29 Desember 2018
Jumat, 28 Desember 2018
Kamis, 20 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 09 Desember 2018
Jumat, 07 Desember 2018