Rabu, 31 Mei 2017

Rizieq Masuk DPO Polda Metro Jaya

Rizieq Masuk DPO Polda Metro Jaya

Beritabatavia.com - Berita tentang Rizieq Masuk DPO Polda Metro Jaya

Polda Metro Jaya memasukkan nama Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Rizieq ditetapkan sebagai ...

Ist.
Beritabatavia.com - Polda Metro Jaya memasukkan nama Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan chat mesum dengan wanita bernama Firza Husein.

"Perkembangannya penyidik Polda Metro Jaya sudah menerbitkan DPO. Hari ini sudah menerbitkan DPO," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di  Polda Metro Jaya, Rabu (31/5/2017).

Dijelaskan alasan pihaknya memasukkan Habib Rizieq menjadi DPO, setelah penyidik mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap yang bersangkutan dan mendatangi ke rumahny yang bersangkutan tidak ada.

Menurut Argo, penyidik telah melakukan semua tahapan sampai Habib Rizieq dimasukkan dalam DPO. "Melakukan lidik ke rumah yang bersangkutan tersangka. Apakah ada atau tidak, kemudian ke imigrasi, menanyakan yang bersangkutan kapan keluar dan masuk ke Indonesia. Pada 26 April 2017 lalu yang bersangkutan ke luar negeri sampai sekarang belum masuk ke Indonesia. Makanya penyidik hari ini membuat DPO " katanya.

Terkait rencana praperadilan dari pihak Rizieq Shihab, Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Agus Rohmat mengatakan saat menaikkan status sebagai tersangka sudah melalui prosedur. Untuk itu jika pihak Habib Rizieq ajukan praperadilan Kepolisian tidak permasalahkan dan siap menghadapi. “Ya harus siap, itu hak tersangka,” kata Agus

Dengan dilakukan praperadilan, kata Agus, kasus akan menjadi terang benderang. “Silakan saja, nanti kita buktikan di pengadilan.
Penetapan tersangka terhadap Habib Rizieq sudah tepat. Pasalnya, penyidik telah mempunyai lebih dari dua alat bukti kuat. Selain itu, ia juga tidak mempermasalahkan penetapan tersangka Habib Rizieq sebelum melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Salah satu Pasal 184 dalam KUHP itu ada lima alat bukti, minimal ada dua alat bukti yang cukup itu kan sudah bisa menetapkan tersangka. Ini kan lebih dari dua alat bukti, ada saksi, ahli, surat, bahkan barang bukti HP pun sudah disita,” pungkasnya. o kay

Berita Lainnya
Selasa, 07 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Jumat, 19 April 2019
Rabu, 17 April 2019
Selasa, 16 April 2019
Senin, 15 April 2019