Beritabatavia.com -
Seorang dari empat kawananan rampok tewas bersimbah darah setelah punggungnya ditembus timah panas yang ditembakkan petugas Samapta Polda Metro Jaya, Rabu (2/9) siang. Peristiwa penembakan itu terjadi di depan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri Cabang Serpong, Tangerang, Banten. Mayat pria yang belum diketahi identitasnya itu, langsung dilarikan ke kamar Jenazah RSU Tangerang.
Menurut keterangan sejumlah saksi mata, saat itu tersangka bersama tiga kawanann lainnya sedang mencongkel pintu mobil yang membawa uang untuk diisi ke mesin ATM milik PT Artha Garda. Namun aksi para tersangka diketahui oleh anggota Dit Samapta Polda Metro Jaya Bripda Arief yang sedang melakukan pengawalan.
Melihat kejadian itu, Bripda Arif memberikan tembakan peringatan, namun tersangka tak menggubris dan berusaha kabur. Petugas pun lalu menembak punggung hingga pelaku tewas di tempat.
Kapolsek Metro Serpong Ajun Komisaris Polisi (AKP) Budi Hermanto mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan saksi-saksi di TKP, pelaku ini tak hanya sendirian. Dia berkomplot bersama tiga orang lainnya.
Menurut Budi, komplotan ini berbagi tugas, dua orang berada di mobil Avansa Silver, satu orang berniat mengambil mobil Daihatsu Charage dan seorang lagi diduga memata-matai mobil Artha Garda.
Ada kemungkinan akan merampas tas berisi uang yang akan dimasukan ke ATM Mandiri, tapi karena situasi tidak memungkinkan belum terjadi, kata Budi.
Memang di sebelah ATM Mandiri, ada ATM BCA yang sedang ramai dikunjungi nasabah. Sehingga kemungkinan perampok mengurungkan niatnya. Maraknya aksi perampokan, Budi menghimbau agar masyarakat waspada dan lebih berhati-hati saat mengambil uang di ATM atau bank. Silakan minta pengawalan polisi, kalau butuh rasa aman,kata Budi. O son