Senin, 31 Juli 2017

Patrialis Akbar Gunakan Kode Ahok untuk Nama Penyuapnya

Patrialis Akbar Gunakan Kode Ahok untuk Nama Penyuapnya

Beritabatavia.com - Berita tentang Patrialis Akbar Gunakan Kode Ahok untuk Nama Penyuapnya

SIDANG lanjutan kasus suap pemulusan Judicial Review Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014, tentang peternakan dan kesehatan hewan di MK dengan ...

Ist.
Beritabatavia.com - SIDANG lanjutan kasus suap pemulusan Judicial Review Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014, tentang peternakan dan kesehatan hewan di MK dengan terdakwa Patrialis Akbar, yang digelar di Pengadilan Tipikora Jakarta, Senin (31/07/2017). Sidang menghadirkan saksi Kamaludin, yang merupakan orang terdekat Patrialis Akbar.

Saksi Kamaludin kini berstatus terdakwa karena diduga menjadi perantara suap menyebut mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menggunakan istilah Ahok untuk menyebut nama penyuapnya, pengusaha impor daging Basuki Hariman. Kode dengan istilah Ahok ini agar tidak ketahuan KPK juga hakim anggota MK lainnya. "Ya cari aman lah pak hakim," sebutnya.

Awalnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman percakapan antara Kamaludin dengan Patrialis. Di dalam percakapan telepon tersebut, Patrialis menyebut kalimat, "Sekalian antum (Anda) mau, Ahok, Ahok mau ngobrol enggak?".

Kemudian, dalam percakapan tersebut Kamaludin membalas dengan kata-kata, "Ana (saya) arahkan si Ahok. Iye, ye,". Ahok yang dimaksud dalam percakapan tersebut adalah Basuki Hariman.

"Ahok itu maksudnya Pak Basuki. Kami ada rencana main golf di Royal. Pak Patrialis mengingatkan, kalau bisa Pak Basuki bisa gabung, ngobrol-ngobrol," kata Kamaludin kepada jaksa KPK.

Selain ihwal kode tersebut, Kamaludin pun mengamini adanya beberapa pertemuan yang diprakarsai oleh Basuki sebagai bentuk mempengaruhi keputusan hakim Mahkamah konstitusi dalam Uji Materi Undang-Undang Nomor 41 tahun 2014. Kamaludin menuturkan pertemuan banyak didominasi dengan kegiatan bermain golf yang turut dihadiri oleh Patrialis Akbar.

"Pernah pak ada rencana main golf di batam pak, di waktu sama ada kegiatan juga Patrialis di sana untuk kegiatan itu saya minta pak Basuki selaku pimpinan saya untuk siapkan uang, Pak Patrialis hubungi saya kalo beliau ada rencana kesana," beber Kamaludin.

Disinggung apakah ada pertemuan lain terkait pembahasan uji materi di MK, ia tak mengelak akan hal tersebut. Kamaludin mengatakan pertemuan kali ini yang ditengarai diadakan di Klub Golf Rawamangun, Jakarta Timur. Membahas ihwal draft putusan MK yang ingin disampaikan Patrialis pada Basuki.

"Satu hari sebelumnya Patrialis hubungi saya, saya diminta ketemu di Golf Rawamangun sore hari, disana beliau sampaikan apa yang pernah disampaikan hasil keputusan yang dikabulkan, akhirnya keputusannya dimentahkan dan dibicarakan kembali pada 4 Oktober," ujar Kamaludin.

Patrialis Akbar, politisi senior dari Partai Amanat Nasional (PAN) didakwa menerima hadiah uang sebesar USD 70 ribu, sekitar Rp 4,1 juta dan janji sebesar Rp 2 miliar dari Basuki Hariman yang merupakan pemilik PT Impexindo Pratama, PT Cahaya Timur Utama, PT Cahaya Sakti Utama dan CV Sumber Laut Perkasa dan anak buahnya NG Fenny melalui Kamaludin.

Hadiah dan janji tersebut bertujuan untuk mempengaruhi putusan perkara Nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait Uji Materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan terhadap UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945. o tot
Berita Lainnya
Minggu, 29 September 2019
Sabtu, 28 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Selasa, 17 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019