Jumat, 01 September 2017

Novel Baswedan Dijerat UU ITE

Novel Baswedan Dijerat UU ITE

Beritabatavia.com - Berita tentang Novel Baswedan Dijerat UU ITE

Pasca diterimanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polda Metro Jaya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta akan menunjuk ...

Ist.
Beritabatavia.com - Pasca diterimanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari Polda Metro Jaya, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta akan menunjuk jaksa peneliti untuk menangani dan membantu perkembangan penyidikan kasus yang melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

“Menindaklanjuti SPDP tersebut, Kajati akan menunjuk jaksa peneliti untuk mengikuti dan memantau perkembangan penyidikan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI,  Nirwan Nawawi, Jumat (1/9).

Nirwan menjelaskan, pada Kamis 31 Agustus 2017 pihaknya telah menerima SPDP No B/11995/VIII/2017/Datro tertanggal 28 Agustus 2017. SPDP tersebut terkait laporan Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK, Brigjen Aris Budiman yang mengadukan terjadinya pencemaran nama baik dan penghinaan melalui surat elektronik atau email yang dilakukan penyidik senior KPK Novel Baswedan pada tanggal 14 Februari 2017.
 
Dalam SPDP itu disebutkan, dugaan tindak pidana pencemaran nama baik atau penghinaan atau fitnah melalui media elektronik tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU ITE, atau Pasal 310 atau 311 KUHP. Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya melakukan penyidikan berdasarkan laporan polisi Nomor : LP/3937/VIII/2017/PMJ.Ditkrimsus tertanggal 21 Agustus 2017.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkapkan isi surat elektronik (email) yang disebarkan penyidik KPK Novel Baswedan itu meragukan integritas Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman.

“Intinya surat (email) itu menyatakan bahwa Dirdik KPK diragukan integritasnya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (31/8).

Lebih rinci, Argo menjelaskan, Novel mengirim surat elektronik itu kepada Brigjen Polisi Aris Budiman dan sejumlah pegawai KPK lainnya. Diungkapkan Argo, isi surat yang dikirimkan Novel juga menilai Brigjen Polisi Aris Budiman merupakan Dirdik KPK terburuk sepanjang sejarah.

Lantaran isi surat elektronik yang disebarkan itu, Argo mengatakan Aris Budiman tidak terima kemudian melaporkan Novel ke Polda Metro Jaya.

“Yang bersangkutan (Aris) merasa dicemarkan namanya, merasa difitnah oleh Novel melalui media elektronik berupa email, “ tutur Argo.

Terkait laporan tersebut, penyidik Ditkrimsus Polda Metro Jaya telah memeriksa Brigjen Aris Budiman sebagai saksi pelapor,pada Rabu 30 Agustus 2017. Selain itu, penyidik juga sudah mengagendakan akan memeriksa saksi lainnya dan memintai keterangan saksi ahli.O son

Berita Lainnya
Minggu, 12 Mei 2019
Jumat, 10 Mei 2019
Rabu, 08 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Senin, 06 Mei 2019
Selasa, 30 April 2019
Senin, 29 April 2019
Minggu, 28 April 2019
Rabu, 24 April 2019
Selasa, 23 April 2019
Senin, 22 April 2019
Jumat, 19 April 2019