Selasa, 05 September 2017

Jumlah Pelanggar Trotoar Tembus 11.000 Kendaraan

Jumlah Pelanggar Trotoar Tembus 11.000 Kendaraan

Beritabatavia.com - Berita tentang Jumlah Pelanggar Trotoar Tembus 11.000 Kendaraan

GUBERNUR DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku mendapatkan informasi dari Satpol PP bahwa ada belasan ribu pelanggar selama Bulan Tertib Trotoar ...

Ist.
Beritabatavia.com - GUBERNUR DKI Djarot Saiful Hidayat mengaku mendapatkan informasi dari Satpol PP bahwa ada belasan ribu pelanggar selama Bulan Tertib Trotoar (BTT).

"Bulan tertib trotoar satu bulan yang lalu itu jumlah pelanggarnya sudah hampir 11.000 kendaraan. Itu laporan dari Satpol PP, nah sekarang tinggal penegakannya," ujar Djarot di Balai KOta DKI Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Meskipun BTT telah lewat, namun ia berharap agar warga ibu kota bisa makin tertib. "Kalau sudah sosialisasi 1 bulan, masyarakat tentunya sudah tahu dong, sudah tahu tetap melanggar, ya ditindak," lanjutnya.

Sekadar informasi, Hak pejalan kakiĀ  dilindungi undang-undang berdasarkan UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 106 ayat 2 UU tersebut mengatur bahwa pengemudi kendaraan bermotor wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki.

Aturan lainnya yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Dalam Pasal 34 ayat 4 diatur bahwa trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki.

Karena itu, Gubernur DKI memerintahkan Satpol PP agar menindak tegas pelanggar trotoar. Karena, bulan tertib trotoar yang dilakukan pada Agustus 2017 belum berjalan efektif mengurangi pelanggaran trotoar. "Jadi memang saya sudah panggil Pak Yani (Kasat Pol PP DKI), bulan September ini kalau ada, tindak. Kemarin masih imbauan," tegasnya.

Politikus PDIP meminta, agar petugas mencatat identitas pelanggar trotoar. Jika pelanggar pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), kata dia, maka kartu itu akan dicabut. "Termasuk bulan lalu saya sudah sampaikan, saya minta KTP-nya dicatat. Kalau sampe 2 kali, kemudian kalau warga Jakarta, kita lihat dia penerima KJP atau dia penerima BPJS Kesehatan, KJS, kasih sanksi bisa kita cabut," kata Djarot.

Tindakan tegas itu, kata Djarot, merupakan bentuk pendidikan kepada warga Jakarta agar bisa tertib, khususnya di trotoar. "Sekali lagi, ini sifatnya lebih banyak mendidik. Apa yang dididik? Mentalnya, perilakunya, untuk bisa saling harga-menghargai, hormat-menghormati antarsatu dengan yang lain, untuk menyeimbangkan antara hak dan kewajiban. Jadi itu intinya," lanjutnya.

"Tetap kita sampai dengan bulan September ini kita masukkan ke dalam, nanti kalau terjadi lagi, masuk dalam tipiring sampai September. Kalau sudah September sudah terbiasa, mereka terbiasa, ya sudah enggak perlu lagi karena mereka sudah mulai sadar tentang tertib trotoar," sambungnya. o kay




Berita Lainnya
Rabu, 02 Oktober 2019
Selasa, 01 Oktober 2019
Sabtu, 28 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Minggu, 22 September 2019
Jumat, 20 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019
Selasa, 10 September 2019
Senin, 09 September 2019
Kamis, 05 September 2019