Beritabatavia.com -
Pekan ini, tepatnya Sabtu (17/4) dinihari WIB, Juventus dan Inter Milan akan bertemu dalam mega tarung yang cukup menyita perhatian insan sepakbola Italia karena rivalitas yang dipenuhi kontroversi di masa lampau yang diciptakan kedua tim.
Bagi pemirsa di Inggris, laga tersebut mungkin tak ada istimewanya. Tapi bagi publik sepakbola Italia, khususnya tifosi Interisti dan Juventini, duel ini sarat gengsi karena ada rivalitas yang telah mengakar terkait persaingan kedua tim dalam memenangkan Scudetto sehingga pertarungan mereka dianggap sebagai ‘Derby d’ Italia’.
Memang bahwa dalam 20 tahun terakhir, kedua tim hanya tiga kali finis sebagai juara dan runner-up.
Tapi dalam rekaman sejarah Serie A tertera dengan jelas kesuksesan dan prestasi yang diraih kedua tim. Setelah runtuhnya Torino akibat tragedi kecelakaan pesawat pada 1949, Inter dan Juve mendominasi sepakbola Italia. Untuk 30 tahun berikutnya, kedua tim mengoleksi total 18 Scudetti.
Hal inilah yang menarik perhatian wartawan olahraga terkenal kala itu, Gianni Brera untuk menyebutkan duel Inter versus Juve sebagai ‘Derby d’ Italia’.
Selama era itu, Milan juga menorehkan prestasi membanggakan dengan menjadi klub Italia pertama yang memenangkan kompetisi Eropa. Itu tidak bisa dilakukan Juve dan Inter. Tapi superioritas mereka di kompetisi domestik tetap tak tergoyahkan.
Salah satu contoh pada tahun 1967. Di tahun itu, perebutan gelar ditentukan hingga pekan terakhir. Inter dihancurkan Mantova sedang Juve membekuk Lazio untuk meraih gelar dengan selisih satu poin.
Beberapa hari sebelumnya, Inter dipecundangi Celtic di final Piala Eropa, dan kebanyakan pemain mereka setuju bahwa Inter bukan lagi kekuatan yang disegani.
Meski demikian, rivalitas kedua tim begitu menyedot perhatian di Italia di awal 1960-an hingga munculnya istilah ‘Derby d’ Italia’. Pada tahun 1960 dan 1961, Juve memenangkan Scudetto. Kemudian Inter memenangkan tiga kali antara 1963 dan 1966 sebelum Juve merebut lagi pada tahun berikutnya.
Inilah yang menjadi alasan mengapa Brera menyebut duel Inter versus Juve sebagai ‘derby d’ Italia’ meski kedua tim bukan rival sekota seperti Milan-Inter, Roma-Lazio, atau Genoa-Sampdoria.
Meski kemudian muncul kekuatan baru seperti Napoli, Sampdoria, Roma, dan Lazio serta kemapanan Milan, kualitas ‘Derby d’Italia’ tak pernah luntur. Hingga munculnya skandal Calciopoli, dimana Juve didegradasi ke Serie B, kedua tim berbangga karena sebelumnya mereka tidak pernah tergusur dari Serie A. jhn