Beritabatavia.com -
Enam orang ditahan di London, Inggris oleh polisi setempat karena dianggap membahayakan kunjungan Paus Benedictus XVI di sana. Sebelumnya 5 orang juga ditahan setelah pihak kontra terorisme setempat mendapat informasi tentang adanya bahaya yang diakibatkan oleh orang ini. Keenam orang itu berprofesi sebagai tukang sapu jalanan. NamunĀ reporter BBC, Danny Shaw berpendapat, penahanan ini dianggap sebagai praduga, karena polisi masih mencari masalah yang bisa dipakai sebagai alasan.
Tukang sapu tersebut bekerja untuk Veolia Enviroment Services, sebuah perusahaan cleaning services. Menurut pihak Scotland Yard, polisi metro London, mereka pernah ditahan saat operasi teroris 2000. Mereka berusia antara 26-50 tahun, dan keturunan Aljasair. Namun polisi tidak menemukan benda berbahaya dari 11 orang itu.
Polisi masih mencari 8 orang lagi di utara dan timur London, serta dua tersangka di london tengah. Scotland Yard, Jumat (17/9) waktu setempatĀ mengatakan, Hari ini kami terpaksa melakukan penangkapan karena informasi yang didapat dari intel. Selama kunjungan paus, kami meningkatkan status keamanan negara menjadi severe artinya kemungkinan serangan teror sangat mungkin,demikian pengumuman mereka.
Uskup Federico Lombardi, juru bicara Paus, mengatakan bahwa Vatican percaya dengan kemampuan Scotland Yard serta jajaranya. Sementara Lombardi mengaku bahwa Paus belum diberitahu tentang hal ini, sementara Paus sendiri tenang, karena ia selalu disambut hangat kemanapun ia pergi. Polisi mengatakan tidak perlu merubah jadwal kunjungan" lanjut Lombardi.
Kunjungan Paus ini dipersiapkan dengan matang oleh kepolisian Inggris, mereka mepersiapkan dari mengontrol publik yang tumpah ruah ketika Paus berada ditempat terbuka, sampai ke soal transportasi yang akan digunakan. Keamanan disekeliling Paus juga sangat ketat. Biaya pengamanan Paus yang dikeluarkan oleh Inggris mencapai 1 juta poundsterling. O BBC/brn