Sabtu, 01 September 2018

Korupsi, Eks Dirut Pertamina Tak Kooperatif

Korupsi, Eks Dirut Pertamina Tak Kooperatif

Beritabatavia.com - Berita tentang Korupsi, Eks Dirut Pertamina Tak Kooperatif

Jaksa Agung HM Prasetyo akan kembali memanggil mantan Dirut Pertamina, Karen Galaila Agustiawan, tersangka kasus dugaan korupsi investasi di Blok ...

Ist.
Beritabatavia.com - Jaksa Agung HM Prasetyo akan kembali memanggil mantan Dirut Pertamina, Karen Galaila Agustiawan, tersangka kasus dugaan korupsi investasi di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka 22 Maret 2018, Karena belum pernah diperiksa, karena selalu mangkir. "Kami akan coba panggil lagi, mungkin dia masih berhalangan. Kami tidak tahu. Kami persuasif saja," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejagung, Jumat (24/8).
Ia berharap pada panggilan ketiga kali ini, Karen bisa bersikap kooperatif. Datang menghadap penyidik.

Mengenai penahanan eks Direktur Keuangan Pertamina, Frederik Siahaan kemarin, Prasetyo mengungkap hal itu membuktikan kasus ini terus dituntaskan. "Kemarin Frederik Siahaan sudah ditahan. Ini bukti kehati-hatian kami tentunya. Kami tidak sembarangan. Kami ingin menangani kasus ini cermat, obyektif dan proporsional, semuanya terukur," terangnya.

Seperti diketahui, kasus tersebut terjadi pada 2009, saat itu Pertamina melalui anak peru¬sahaannya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melakukan akuisisi saham sebesar 10% terhadap ROC Oil Ltd, untuk menggarap Blok BMG.

Perjanjian dengan ROC Oil atau Agreement for Sale and Purchase -BMG Project diteken pada 27 Mei 2009. Nilai transak¬sinya mencapai 31 juta dolar AS. Akibat akuisisi tersebut, Pertamina harus menanggung biaya yang timbul lainnya (cash call) dari Blok BMG sebesar 26 juta dolar AS.

Melalui dana yang sudah dikeluarkan setara Rp568 miliar itu, Pertamina berharap Blok BMG bisa memproduksi minyak hingga sebanyak 812 barrel per hari. Nyatanya Blok BMG hanya dapat menghasilkan minyak mentah untuk PHE Australia Pte Ltd rata-rata sebesar 252 barel per hari.

ROC Oil Company adalah perusahaan terbuka yang tercatat sahamnya di Australia, tapi kini sudah bubar seiring tidak memadainya ladang minyaknya di BMG, Australia.

Hasil penyidikan ditemukan pula pembelian saham itu bukan sekadar praktik bisnis boasa, tapi juga diangap sebagai latihan. Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan empat tersangka. Mereka, Karen Galaila Agustiawan (Dirut Pertamina), Genades Panjaitan (Chief Legal Councel and Compliace) dan Frederick Siahaan (Direktur Keuangan,), 22 Maret .Satu lagi, Bayu Kristanto (Manager Merger and Acquisition Direktorat Hulu Pertamina), 23 Januari. 0 PKO

Berita Lainnya
Sabtu, 07 September 2019
Jumat, 06 September 2019
Selasa, 03 September 2019
Senin, 02 September 2019
Minggu, 01 September 2019
Sabtu, 31 Agustus 2019
Jumat, 30 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019
Senin, 26 Agustus 2019
Minggu, 25 Agustus 2019
Jumat, 23 Agustus 2019
Selasa, 20 Agustus 2019