Selasa, 04 September 2018

Korupsi Berjamaah, KPK Tahan 21 Anggota DPRD Malang

Korupsi Berjamaah, KPK Tahan 21 Anggota DPRD Malang

Beritabatavia.com - Berita tentang Korupsi Berjamaah, KPK Tahan 21 Anggota DPRD Malang


Tragis. Dari total 45 anggota DPRD Kota Malang jawa Timur, ternyata ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan ...

Ist.
Beritabatavia.com -
Tragis. Dari total 45 anggota DPRD Kota Malang jawa Timur, ternyata ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus suap dan gratifikasi pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Dari jumlah itu, 22 orang wakil rakyat yang melakukan korupsi berjamaah dijebloskan ke dalam penjara.

"Penetapan 22 anggota DPRD Kota Malang yang ditahan merupakan tahap ketiga. Hingga saat ini, dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di Gedung KPK Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Ke-22 orang ini diduga merima duit Rp 12,5-Rp 50 juta dari Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton, yang juga telah menjadi tersangka. Duit itu diduga diberikan Anton terkait pengesahan RAPBD-P kota Malang tahun 2015.

Berikut daftar 41 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka: M Arief Wicaksono, Suprapto, Zainuddin, Sahrawi, Salamet, Wiwik Hendri Astuti, Mohan Katelu, Sulik Lestyowati, Abdul Hakim, Bambang Sumarto, Imam Fauzi, Syaiful Rusdi, Tri Yudiani, Heri Pudji Utami, Hery Subiantono, Yaqud Ananda Gudban, Rahayu Sugiarti, Sukarno, Abdulrachman, Arief Hermanto.

Selain itu, Teguh Mulyono, Mulyanto, Choeroel Anwar, Suparno Hadiwibowo, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Asia Iriani, Indra Tjahyono,  Een Ambarsari, Bambang Triyoso, Diana Yanti, Sugianto, Afdhal Fauza, Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Erni Farida, Sony Yudiarto,  Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri dan Ribut Harianto.

Selain 41 anggota DPRD, KPK juga telah menetapkan Wali Kota Malang nonaktif Moch Anton dan eks Kadis PU dan Pengawasan Bangunan Kota Malang tahun 2015, Jaroy Edy Sulistiyono sebagai tersangka. KPK menyebut kasus ini sebagai korupsi massal.

"Kasus ini menunjukkan bagaimana korupsi dilakukan secara massal melibatkan unsur kepala daerah dan jajarannya serga sejumlah anggota DPRD yang seharusnya melakukan fungsi pengawasan, anggaran dan regulasi secara maksimal," ucap Basaria.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati menambahkan 21 anggota ditahan selama 20 hari pertama di beberapa rutan berbeda.
Sementara satu orang lainnya belum ditahan karena sakit.

Dijelaskan, KPK menahan mereka usai ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap uang ketok palu APBD-P Kota Malang 2015. KPK menduga 22 anggota DPRD itu menerima suap Rp 12,5 juta hingga Rp 50 juta dari Wali Kota Malang Nonaktif Mochamad Anton agar menyetujui penetapan rancangan peraturan daerah Kota Malang tentang perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2015.

Penetapan tersangka terhadap 22 anggota DPRD tersebut merupakan hasil pengembangan tahap ketiga dalam kasus ini. Sebelumnya KPK telah menetapkan 19 pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang lainnya untuk kasus yang sama. "Hingga saat ini, dari total 45 anggota DPRD Kota Malang, sudah ada 41 anggota yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," paparnya.

Sebanyak 21 anggota DPRD Malang yang langsung ditahan KPK yakni Arief Hermanto, Teguh Mulyono, Mulyanto, Choeroel Anwar, dan Suparno Hadiwibowo di di Polda Metro Jaya. Sementara, Imam Ghozali, Mohammad Fadli, Asia Iriani, Indra Tjahyono, Een Ambarsari, dan Ribut Harianto di Rutan Cabang KPK Pomdam Jaya Guntur.

Syamsul Fajrih, Hadi Susanto, Erni Farida, Diana Yanti, dan Sugiarto di Rutan KPK Kawasan Gedung Merah Putih KPK. Adapun, Sony Yudiarto, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, Bambang Triyoso di Polres Jakarta Selatan. Sementara, satu tersangka bernama Afdhal Fauza belum ditahan karena sakit dan dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta.  0 ERZ
Berita Lainnya
Senin, 31 Desember 2018
Minggu, 30 Desember 2018
Sabtu, 29 Desember 2018
Jumat, 28 Desember 2018
Kamis, 20 Desember 2018
Rabu, 19 Desember 2018
Selasa, 18 Desember 2018
Sabtu, 15 Desember 2018
Jumat, 14 Desember 2018
Selasa, 11 Desember 2018
Senin, 10 Desember 2018
Minggu, 09 Desember 2018