Beritabatavia.com -
Latar belakang para perampok Bank CIMB Niaga Medan, yang berlangsung tanggal 18 Agustus 2010 lalu akhirnya diketahui. Mereka merupakan bagian dari jaringan terorisme dan memiliki keterkaitan dengan kelompok teroris yang melakukan pelatihan militer di Aceh dan Jawa Barat beberapa waktu lalu.
Demikian disampaikan Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri.
Kasus ini tidak terlepas dari latihan militer di Aceh dan Bandung. Ini juga berkaitan dengan pengembangan kasus terorisme yang diungkap di Bandung, kata BHD dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, kemarin.
Jaringan ini tidak terputus dengan aksi perampokan atas sejumlah bank di Sumatera Utara yang terjadi sebelumnya. Tiga bulan terakhir, sebelum CIMB Niaga dirampok, memang terjadi perampokan di Bank Sumatera Utara, Bank BRI dan sebuah tempat penukaran uang di Medan dan sekitarnya.
Perampok CIMB Niaga ini berhasil membawa lari uang Rp400 juta. Dalam perampokan yang berlangsung cepat kemarin, Rabu 18 Agustus 2010.
Perampokan itu menewaskan anggota Brimob, Briptu Manuel Simanjuntak (28 tahun) yang diterjang dua peluru di dadanya. Selain itu, dua satpam juga kritis akibat ditembus peluru.
o nor