Kamis, 04 April 2019

Saksi Amien Rais: Ratna Sarumpaet Mengaku Giginya Copot Tiga

Saksi Amien Rais: Ratna Sarumpaet Mengaku Giginya Copot Tiga

Beritabatavia.com - Berita tentang Saksi Amien Rais: Ratna Sarumpaet Mengaku Giginya Copot Tiga

Mantan Ketua MPR Amien Rais, menjelaskan kronologis kasus penyebaran berita bohong alias hoaks dam ujaran kebencian dengan terdakwa Ratna Sarumpaet ...

Ist.
Beritabatavia.com - Mantan Ketua MPR Amien Rais, menjelaskan kronologis kasus penyebaran berita bohong alias hoaks dam ujaran kebencian dengan terdakwa Ratna Sarumpaet dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4).

Sambil memegang kertas catatan, Amien menjelaskan awal mula ia mengetahui isu Ratna dianiaya ialah melalui media online. Setelah itu, ia melihat wajah Ratna lebam di YouTube. Amien pun langsung menghubungi Prabowo Subianto terkait kabar salah satu anggota tim pemenangan dianiaya.

"Saya bertemu Ibu Ratna (di Lapangan Polo) yang sudah datang terlebih dahulu. Keadaan (Ibu Ratna) seperti tertekan. Dia mengaku dua sampai tiga giginya tanggal dan ada gangguan rahang, sehingga saya sarankan tidak perlu berbicara," kata Amien dalam persidangan ketujuh kasus hoaks Ratna.

Ratna juga mengaku dianiaya oleh dua orang tak dikenal di Bandung. Bahkan Ratna Sarumpaet mengaku tiga giginya tanggal akibat penganiayaan kepada Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. "Mbak Ratna mengatakan ada penganiayaan di Bandung, tepatnya beberapa ratus meter dari bandara di Bandung," ujar Amien.

"Lalu apa yang dilakukan?" tanya Ketua Majelis Hakim, Joni.

"Hari itu juga, kami memutuskan untuk membuat konferensi pers di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, agar kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet diproses secara hukum," jawab Amien.

"Siapa yang mempunyai ide konferensi pers?" tanya salah satu jaksa penuntut umum.

"Kolektif, karena beliau adalah salah satu tim pemenangan Pilpres," ungkap Amien.

Konfrensi pers itu, kata Amien, bertujuan agar kasus penganiayaan terhadap Ratna diusut sesuai mekanisme hukum. Namun, ia kembali mendengar kabar kepolisian melakukan konferensi pers bahwa Ratna tidak dianiaya. Polisi menyebut Ratna berada di rumah sakit kecantikan dan mendapat perawatan wajah.

Keesokan hari, Amien langsung menghubungi Prabowo tentang kabar dari kepolisian. Ia kemudian menemui Prabowo dan berbicara tentang situasi Ratna. Mereka akhirnya melakukan konferensi pers lagi terkait pernyataan Ratna.

Dalam konferensi pers itu, mereka berdoa untuk hal terbaik bagi Ratna. "Setelah itu kami mendoakan Ratna Sarumpaet karena sudah ini menanggung resiko yang adil dan diadili secara sebaik-baiknya," papar Amien.

Usai pemeriksaan saksi Amien Rais, Ketua Majelis Hakim Joni menyebut pemeriksaan terhadap Amien sebagai saksi telah usai. Ia pun bertanya kepada Ratna apakah ada tanggapan yang mau sampaikan. Ratna merespon. Namun, ia tidak bermaksud menyampaikan tanggapan, melainkan ingin menyampaikan sesuatu. "Ada Yang Mulia, tapi bukan pertanyaan, ingin menyampaikan sesuatu," ucap Ratna.

Majelis hakim sempat menolak. Tapi, Ratna mengatakan hanya ingin bersalaman dengan Amien. Majelis hakim akhirnya mempernolehkannya.

Ratna lalu menghampiri Amien dan mencium tangannya sambil saling memegang bahu, serta bercakap. Namun percakapan itu tak terdengar jelas, hanya Amien dan Ratna yang tahu. Ratna kemudian duduk kembali dan meminta maaf kepada Amien.

"Saya minta maaf Pak Amin, saya benar benar minta maaf, benar kata Pak Amien "whats really going on". Itu yang masih jadi pertanyaan saya," kata Ratna.

Sementara itu, usai persidangan Amien menjelaskan apa yang dikatakan Ratna saat bersalaman. Menurut Amien, Ratna menyebut ia tak tahu alasan bisa berbohong kepada semuanya.

"Dia tadi mengatakan sambil salaman "Pak Amien, sampai sekarang saya tidak tahu mengapa saya bisa seperti itu". Siapa tahu ada kekuatan, ekstra fisik yang kemudian membuat Ratna Sarumpaet yang sebetulnya itu terperosok. Dan sekarang dia sudah kembali ke yang normal itu. Ini saya tidak akan bicara lebih lanjut, cuma saya minta supaya keadilan ditegakkan," kata Amien.

Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak dikenal di Bandung, Jawa Barat.

Dalam perkara ini, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). karena dinilai telah menyebarkan informasi untuk menimbulkan kebencian atas dasar Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). 0 ERZ



Berita Lainnya
Minggu, 29 September 2019
Sabtu, 28 September 2019
Jumat, 27 September 2019
Kamis, 26 September 2019
Rabu, 25 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Rabu, 18 September 2019
Selasa, 17 September 2019
Senin, 16 September 2019
Minggu, 15 September 2019
Sabtu, 14 September 2019