Beritabatavia.com -
Berdasarkan catatan kepolisian jumlah korban jiwa akibat ulah kelompok teroris sebanyak 298 jiwa, sedangkan luka berat, luka ringan dan cacat sebanyak 838 orang. Jumlah tersebut sejak aksi bom pada malam Natal 2000 hingga 17 Juli 2009 yaitu aksi bom yang meluluh lantakan hotel JW MArriot.
Hal tersebut diungkapkan Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) kepada wartawan, Jumat (24/9).
Kalau kita coba lihat ke belakang dari semua kejadian, yang meninggal 298 jiwa, dan yang mengalami luka berat, ringan, dan cacat mencapai 838, kata Kapolri Jenderal BHD dalam jumpa pers tersebut. Selain itu, aksi tak terpuji itu dilakukan para kelelompok teroris seperti aksi bom di malam Natal pada 2000, bom Bali I pada 12 Oktober 2002, bom Bali II pada 12 Oktober 2005, dan pada 17 Juli 2009 di Hotel JW Marriott, juga menimbulkan kerugian materi yang besar. Akibat ulah teroris, bukan hanya harta benda, tapi jiwa juga sudah banyak yang korban, tegas Kapolri BHD kesal. Selain itu, aksi teroris juga akan secara langsung berdampak terhadap kepercayaan dunia internasional dan investasi terhadap Indonesia.
Pada kesempatan itu, Jenderal BHD mengungkapkan, aksi kelompok teror ini, nyata-nyata memiliki kaitan dengan jaringan internasional. "Bisa ditelusuri mulai dari Khalid Sheik Muhammad (Al Qaeda), hingga ke Hambali. Orang nomor satu di Polri ini juga membeberkan sejumlah pelaku teror yang sudah ditangkap mulai dari Toni Togar terkait bom Natal, Imam Samudera, Amrozi, Ali Imron, Abu Dujan, Sikas, Fajar Taslim, juga Azahari dan Noordin M Top.
Kapolri menegaskan, teroris adalah musuh bersama bangsa Indonesia, bahkan seluru bangsa di dunia ini. Oleh karena itu, teroris bukanlah semata hanya menjadi tanggung jawab Polri, hendaknya semua elemen bangsa berperan aktif untuk memberantas teroris dari negeri ini. O son