Selasa, 31 Desember 2019 13:14:21

Kapolres Jaksel Kombes Bastoni Purnama: Pasal Berlapis Jerat Tersangka

Kapolres Jaksel Kombes Bastoni Purnama: Pasal Berlapis Jerat Tersangka

Beritabatavia.com - Berita tentang Kapolres Jaksel Kombes Bastoni Purnama: Pasal Berlapis Jerat Tersangka

KAPOLRES Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Bastoni Purnama menegaskan AM,  pengusaha properti yang aksi Koboi Lamborghini dijerat pasal ...

Kapolres Jaksel  Kombes Bastoni Purnama: Pasal Berlapis Jerat Tersangka Ist.
Beritabatavia.com -

KAPOLRES Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Bastoni Purnama menegaskan AM,  pengusaha properti yang aksi Koboi Lamborghini dijerat pasal berlapis. Pasalnya, selain mengumbar tembakan dan menodongkan senjata api ke dua orang pelajar SMA, juga dikenakan pasal kepemilikan sejumlah satwa langka yang sudah diawetkan serta memiliki sejumlah senjata api (senpi) laras panjang dan Shotgun berbagai jenis juga sebuah granat yang semuanya ilegal.

"Hingga kini ada tiga pasal yang menjerat AM. Kami tidak berhenti disini namun terus mengembangkan kasusnya. Dalam berita sebelumnya, AM mengkonsumsi narkoba jenis ganja, nah ini masih kita dalami. Karena belum ditemukan sisa barang bukti ganja bekas pakainya," papar Kombes Bastoni menjawab pertanyaan Beritabatavia.com disela-sela rilis kasus AM di  di Mapolda Metro Jaya, Selasa (31/12/2019).

Kasus AM, lanjut dia, bermula melakukan aksi koboi dengan mengumbar tembakan dan menodongkan senjata api ke dua orang pelajar SMA di kawasan Kemang Jakarta Selatan. "Tersangka dilakukan penangkapan semalam dan saat ini sudah dilakukan penahanan oleh Polres Jaksel karena melakukan aksi heroik mengeluarkan tembakan di Kemang," ungkapnya.

Dijelaskan, aksi koboi itu dilakukan pelaku di Jalan Kemang Selatan, pada Sabtu 21 Desember 2019 sorekepada dua anak di SMA berinisial AD dan MI. Saat itu, pelaku tengah mengendarai mobil mewahnya, Lamborgini dan dua korban itu lalu mengeluarkan kata-kata yang membuat pelaku kesal. "Dia merasa diteriaki, wah mobil bos, dia tak terima lalu turun, pelaku mengeluarkan letusan itu, dikejar (korban), dipaksa jongkok, korban tak mau lalu dia keluarkan lagi letusan sampai tiga kali totalnya," tuturnya.

Tak terima diperlakukan seperti itu, kata dia, dua korban itu akhirnya melaparkannya kasusnya ke polisi sehingga pelaku dilakukan penangkapan. Saat ditangkap di kawasan Kemang, pelaku pun mengakui perbuatannya itu dan dilakukan karena pelaku tak terima dengan perkataan kedua anak SMA itu. Pelaku yang mendekam ditahanan Polres Jakarta Selatan dijerat Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Kasus kedua, sambung Kombes Bastoni, hasil pengembangaan Polres Jakarta Selatan dengan menggerebek rumah tersangka AM di Jalan Jambu Pejaten Barat Jaksel. Dalam penggerebekan yang dilakukan Kamis (26/12/2019), polisi mendapati sejumlah satwa langka yang sudah diawetkan.

Penggerebekan ini, lanjutnya, tindak lanjut laporan polisi terkait penyimpanan satwa dilindungi berdasarkan laporan polisi No: Lp/2781/XII/2019/PMJ/res jaksel, tanggal 25 Desember 2018. Hewan langka appendix dua yang ditemukan di rumah tersangka, yaitu kepala rusa jenis bawean yang diawetkan, burung cenderawasih yang diawetkan, buaya muara yang diawetkan, dan harimau yang diawetkan. "Diduga jenis harimau Sumatera yang dilindungi," lontarnya sambil menjerat AM dengan pasal 40 (2) jo pasal 21 (2) huruf b dan d, yang ancaman hukumannya maksimum 5 tahun dan denda maksimum 100 juta.

Kasus Ketiga, lanjut Kapolres Metro Jaksel, kembali melakukan pengembangan dan ditemukan sebuah brankas milik AM yang ada di rumahnya. Saat brangkas dibuka ternyata berisi 7 senjata api (senpi) ilegal berbagai jenis, sebuah granat serta ratusan amunisi.

"Jadi setelah penggeledahan pada Kamis (26/12) lalu, polisi kembali mendatangi rumah tersangka di kawasan Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/12).  Dalam penggeledahan kedua ini polisi menemukan brangkas besar berisi tujuh pucuk senjata api ilegal. Adapun jenis senjata api terdiri 4 senpi panjang dan 3 senpi pendek  yakni AR 16 dan M16 yang sudah dimodifikasi menjadi M4 dan shotgun. Juga senjata pistol jenis Glock yang dilengkapi peredam suara.," jelasnya.

Kombes Bastoni menilai 7 senpi itu ditafsir seharga hampir Rp 3 miliar, karena sebuah senpi laras panjang saja harganya hampir Rp 300 jutaan, belum ratusan amunisi dan granet. "Memang pengakuannya senpi itu hanya koleksi pribadi namun demikian ada ketentuan hukum yang mengatur bahwa kepemilik senpi harus dilengkapi surat ijin dari aparat terkait. Jadi ya termasuk senpi ilegal," ungkap Kapolres Metro Jaksel didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Andi Sanjaya Ghalib,

Terkait dengan kepemilik senpi ilegal ini, tersangka AM dijerat pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomer 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. 0 END

 

Berita Lainnya
Selasa, 21 April 2020
Selasa, 31 Maret 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019
Sabtu, 02 November 2019
Jumat, 25 Oktober 2019
Rabu, 21 Agustus 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019