Selasa, 21 Januari 2020 10:35:35

Serangan Roket Kembali Bombardir Dekat Kedubes AS di Irak

Serangan Roket Kembali Bombardir Dekat Kedubes AS di Irak

Beritabatavia.com - Berita tentang Serangan Roket Kembali Bombardir Dekat Kedubes AS di Irak

SERANGAN tiga buah roket dilaporkan menghantam di dekat kantor kedutaan besar Amerika Serikat di kompleks gedung pemerintah di Baghdad, Irak. ...

 Serangan Roket Kembali Bombardir Dekat Kedubes AS di Irak Ist.
Beritabatavia.com -

SERANGAN tiga buah roket dilaporkan menghantam di dekat kantor kedutaan besar Amerika Serikat di kompleks gedung pemerintah di Baghdad, Irak. Belum diketahui apakah terdapat korban dalam kejadian tersebut.

Seperti dilansir AFP, Selasa (21/1), sirine meraung usai serangan tiga roket tersebut. Diduga amunisi yang digunakan adalah roket Katyusha.

Amerika Serikat menuduh serangan itu dilakukan oleh milisi yang didukung Iran. Sebab, hal serupa juga terjadi di kawasan pemerintahan dalam beberapa bulan belakangan. Sampai saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pada 8 Januari lalu kawasan pemerintahan di Baghdad juga diserang dua roket.

Diduga hal ini adalah serangan balasan terhadap AS usai membunuh perwira tinggi militer Iran, Jenderal Qasem Soleimani, pada 3 Januari lalu. Selang beberapa hari kemudian, Iran meluncurkan serangan roket yang diarahkan kepada dua pangkalan AS di Irak. Sebanyak 11 orang tentara luka-luka akibat serangan tersebut.

Sementara Pemerintah Irak menolak memberikan izin kepada Amerika Serikat untuk melanjutkan operasi militer di negara mereka.Pernyataan itu disampaikan pemerintah Irak untuk membantah laporan bahwa AS akan memulai kembali operasi militer di Baghdad.

Ribuan tentara AS dikerahkan ke Irak untuk mendukung pasukan lokal mencegah ISIS kembali bangkit. Mereka menjadi bagian dari koalisi internasional yang diundang Irak pada 2014 silam untuk melawan ISIS.

Namun, operasi militer itu dihentikan pada 5 Januari lalu atau dua hari setelah serangan drone AS menewaskan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qasem Soleimani di sekitar bandara Baghdad. Serangan yang diluncurkan pada 3 Januari itu turut menewaskan salah satu tokoh militer Irak, Abu Mahdi al-Muhandis.

Juru bicara perdana menteri Irak untuk urusan militer Abdulkarim Khalaf mengatakan kepada AFP bahwa pasukan koalisi tidak memiliki izin dari Baghdad untuk melakukan misi bersama. "Operasi gabungan belum dilanjutkan dan kami belum memberikan izin," kata Abdulkarim Khalaf.

Khalaf mengatakan pemerintah Irak telah memerintahkan koalisi untuk menghentikan operasi gabungan setelah AS meluncurkan dua serangan udara ke Irak.

Selain pembunuhan Soleimani dan Muhandis, serangan AS ke Irak pada akhir Desember lalu lalu menewaskan 25 pejuang milisi. Serangan itu diluncurkan sebagai pembalasan atas kematian kontraktor AS akibat hantaman roket. "Perjanjiannya adalah bahwa koalisi ada di sini untuk melawan ISIS dan membantu Irak melawan ISIS, jadi kami menganggap serangan itu sebagai tindakan sepihak," kata Khalaf.

Sebagai tanggapan, kata dia, maka operasi bersama yang meliputi penggunaan wilayah udara Irak akan dilarang. Parlemen Irak juga telah meminta pemerintah mengusir 5.000 tentara AS dari sana setelah serangan AS. 0 RIO

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Selasa, 14 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Rabu, 08 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019
Minggu, 29 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019