Jumat, 21 Februari 2020 10:53:12

Setelah 5 Tahun Produksi, Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek

Setelah 5 Tahun Produksi, Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek

Beritabatavia.com - Berita tentang Setelah 5 Tahun Produksi, Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menggerebek sebuah rumah yang dijadikan pabrik kosmetik ilegal di Kampung Jati Jajar, Tapos, Depok, ...

Setelah 5 Tahun Produksi, Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek Ist.
Beritabatavia.com -

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, menggerebek sebuah rumah yang dijadikan pabrik kosmetik ilegal di Kampung Jati Jajar, Tapos, Depok, Jawa Barat,Selasa 18 Februari 2020 lalu. Ironisnya, pabrik yang memproduksi kosmetik berbagai jenis dan merek tanpa mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sudah beroperasi sejak lima tahun lalu.

"Peredarannya setiap hari bahkan selama sebulan keuntungannya hampir Rp 200 juta," kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus.
Ironisnya, selain beredar di tempat-tempat penjualan obat-obat dan alat kecantikan, kosmetik ilegal itu juga digunakan di  sejumlah klinik praktik dokter kulit dan kecantikan.

Selain mengamankan tiga orang operator pabrik kosmetik tanpa izin tersebut. Polisi juga meringkus tiga tersangka masing –masing seorang perempuan berinisial NK, lulusan fakultas ilmu kimia salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Kemudian seorang laki-laki berinisial MF  lulusan farmasi, bertugas untuk meracik kosmetik. Sedangkan tersangka SI berperan sebagai kurir untuk mengantar kosmetik illegal ke pemasannya.

Menurut Kombes Yunus, ketiga tersangka mengaku  pernah bekerja di perusahaan kosmetik yang sama. Kemudian ketiganya sepakat untuk membuka usaha baru yaitu membuat kosmetik secara ilegal.

Para tersangka ini menyebut modal awal yang mereka kumpulkan adalah Rp 10 juta per orang. Kosmetik yang dibuat para tersangka ini ada berbagai jenis mulai dari toner, pembersih wajah dan lain-lain.

"Kosmetik yang dijual jenisnya ada toner, ada pembersih muka, ada krim pagi, krim malam, ada serum," kata Yusri.
Dikatakan, ukuran yang tak pasti dan tanpa izin dari BPOM tentu kosmetik racikan komplotan ini berbahaya. Walaupun sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat yang terkena dampak negatif kosmetik ilegal tersebut.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga pelaku sekaligus pemilik pabrik kosmetik ilegal itu, sudah dijebloskan ke sel tahanan guna pemeriksaan lebih lanjut. Ketiga tersangka dijerat Pasal 196 subsider Pasal 197 junto Pasal 106 UU 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman kurungan penjara maksimal selama 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. O son

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 25 Maret 2020
Kamis, 12 Maret 2020
Jumat, 21 Februari 2020
Rabu, 19 Februari 2020
Sabtu, 01 Februari 2020
Jumat, 31 Januari 2020
Jumat, 24 Januari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Kamis, 23 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Rabu, 22 Januari 2020
Selasa, 21 Januari 2020