Sabtu, 29 Februari 2020 12:46:41

Setelah 3 in One, Peradi Hadapi Era 4.0

Setelah 3 in One, Peradi Hadapi Era 4.0

Beritabatavia.com - Berita tentang Setelah 3 in One, Peradi Hadapi Era 4.0

Setelah beberapa tahun berpisah menjadi tiga, kini ketiga ketua organisasi Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) masing-masing Juniver Girsang, ...

Setelah 3 in One, Peradi Hadapi Era 4.0 Ist.
Beritabatavia.com -

Setelah beberapa tahun berpisah menjadi tiga, kini ketiga ketua organisasi Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) masing-masing Juniver Girsang, Luhut Pangaribuan, dan Fauzi Hasibuan, sepakat bersatu kembali. Ketiganya menandatangani surat pernyataan untuk bersatu kembali dalam satu wadah organisasi yaitu Peradi, pada Selasa 25 Februari 2020,malam.

Kesepakatan itu dilanjutkan dengan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III, Jumat 28 Februari hingga Sabtu 29 Februari 2020, di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara.
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yassona Laoly mengapresiasi jalan damai yang diambil Persatuan Advokat Indonesia (Peradi). Apalagi, katanya, tidak mudah mendamaikan tiga pihak yang mengatasnamakan organisasi Peradi.

Selain dirinya yang berupaya memfasilitasi, Menkopolhukam Mahfud MD juga berperan dalam mewujudkan perdamaian Peradi menjadi satu.

"Rupanya lebih sulit mendamaikan advokat daripada partai. Akhirnya ketemu Menko Polhukam dan sakti dia bisa bikin damai. Kalau ini tidak juga berdamai kualat ini, selain perjanjiannya diketik ini lansung ditulis sama Prof Mahfud," kata Yassona dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) III Peradi dengan tema 'Advokat di Era 4.0' di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020) malam.

Yassona Laoly mengakui, campur tangan pihak luar tidak menjamin akan terwujud perdamaian Peradi. Beruntung, ketiga pihak memiliki itikad baik menjadi pembuka pintu perdamaian. Sebelumnya setiap organisasi diwakili oleh dua orang yang salah satunya adalah ketua masing-masing yakni Juniver Girsang, Luhut Pangaribuan, dan Fauzi Hasibuan. Ketiga pimpinan Peradi yang berbeda ini kemudian menandatangani surat pernyataan untuk bersatu kembali dalam satu wadah organisasi.

"Itikad baik dan keikhlasan sangat diperlukan," ujar putra terbaik Nias ini.

Sementara itu, Ketua Peradi Juniver Girsang pun mengamini apa yang dikatakan Menteri Yassona soal jalan damai. Ia menambahkan, usai menempuh jalan damai, Munas kali ini juga untuk menentukan nahkoda baru Peradi.

Juniver Girsang berharap, Munas kali ini berhasil menghadirkan calon-calon ketua yang mampu mempersatukan, mengangkat citra, dan mampu menghadapi tantangan besar advokat di era 4.0.

"Dalam Munas ini kami sudah membuat terobosan dan akan melaksanakan demokrasi yang betul-betul. Bukan lagi yang kesannya dikuasai orang tertentu. Nanti ketuanya langsung dipilih calon anggotanya," kata Juniver.

Dia mengaku bahagia dengan kehadiran pemerintah, baik dalam Munas Peradi III atau perjalanan damai sebelumnya.

"Dan suatu kebahagiaan bagi kami bahwa semenjak kepengurusan kami baru kali ini pemerintah hadir. Sangat membahagiakan dihadiri Ketua MK, Ketua MPR dan wakil presiden yang dalam hal ini diwakilkan Menkumham," ujar Juniver.

Di tempat yang sama, Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, tantangan ke depan bagi advokat adalah kemajuan teknologi. Apalagi keberadaan advokat sangat dibutuhkan masyarakat untuk mencari keadilan dan membuat kedudukan hukum bagi siapapun sama.

"Kemajuan teknologi harus diantisipasi advokat. Bisa jadi suatu ketika nanti yang hadir dalam ruang sidang bentuknya hologram yang berdebat di pengadilan," ujar Bambang. O red

 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 15 Januari 2020
Selasa, 14 Januari 2020
Senin, 13 Januari 2020
Minggu, 12 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Jumat, 10 Januari 2020
Kamis, 09 Januari 2020
Selasa, 07 Januari 2020
Senin, 06 Januari 2020
Minggu, 05 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Senin, 30 Desember 2019