Senin, 09 Maret 2020 14:54:30

10 Bulan Kasus Mangkrak, Kapolri Didesak Usut Perusahaan Milik Boy Thohir

10 Bulan Kasus Mangkrak, Kapolri Didesak Usut Perusahaan Milik Boy Thohir

Beritabatavia.com - Berita tentang 10 Bulan Kasus Mangkrak, Kapolri Didesak Usut Perusahaan Milik Boy Thohir

Sudah dilaporkan sejak Juni 2019 atau hampir 10 bulan lalu saat Kapolri masih dijabat Jenderal Tito Karnavian. Tapi, sampai sekarang perusahaan ...

10 Bulan Kasus Mangkrak, Kapolri Didesak Usut Perusahaan Milik Boy Thohir Ist.
Beritabatavia.com -

Sudah dilaporkan sejak Juni 2019 atau hampir 10 bulan lalu saat Kapolri masih dijabat Jenderal Tito Karnavian. Tapi, sampai sekarang perusahaan milik Boy Thohir yang dilaporkan belum diusut oleh Bareskrim Polri.

Ketua umum FSP BUMN Bersatu,Arief Poyuono mendesak Kapolri Jenderal Idham Azis untuk menuntaskan kasus yang dilaporkan perusahaan BUMN yaitu PT Rekayasa Industri (Rekind).

Menurut Arief, sudah hampir 10 bulan PT Rekind membuat laporan kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan dana jaminan proyek Banggai Ammonia Plant (BAP) ke Bareskrim Polri.

Namun, sampai saat ini belum ditindak lanjuti oleh Polri. Bahkan perusahaan yang dilaporkan karena diduga sebagai pelaku PT PAU milik Boy Thohir, seperti kebal hukum.
Laporan itu disampaikan ke Bareskrim Polri melalui surat bernomor 192/10000-LT/06/2019 tertanggal 11 Juni 2019.

"Kasus ini dilaporkan sejak Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan sudah menyeruak ke publik sehingga  menjadi tanda tanya besar terkait komitmen dan profesionalisme Polri,” kata Arief Poyuono, yang juga politisi partai Gerindra, Senin (9/3).

Arief menjelaskan, stakeholder di BUMN khusus para pekerja BUMN bertanya-tanya kenapa kasus ini mangkrak, padahal kasus ini dilaporkan oleh PT Rekind sudah cukup lama.

"Dari positioning kasus dan bukti-bukti seta fakta-fakta yang ada, sudah sangat jelas bahwa negara dirugikan oleh dugaan tindak pidana pengelapan uang jaminan proyek oleh PT PAU," sebut Arief Poyuono.

PT Rekind menuding PT PAU milik Boy Thohir itu mengambil uang performance bond alias dana jaminan Rp 812 miliar milik holding, PT Pupuk Indonesia dari Bank Mandiri.

" Jelas ada dugaan modus perampokan uang milik negara, dan ada indikasi praktik-praktik, kesepakatan gelap, kongkalikong antara oknum di Rekind dan PAU serta pihak Bank Mandiri," tutur Arief Poyuono.

Apalagi lanjutnya, proyek BAP yang dibangun PT Rekind sudah beroperasi, seharusnya uang jaminan tidak bisa ditarik oleh PT PAU.
Karena itu, pihaknya mendesak kepada Menteri BUMN Erick Thohir untuk mendesak Polri agar segera bisa menyelesaikan kasus ini secepat dan menetapkan tersangka.

"Kami juga mendesak Kapolri untuk tidak takut akan adanya intervensi pihak-pihak yang punya kepentingan dengan PT PAU untuk mempercepat kasus ini hingga bisa dibawa ke meja hijau," pungkasnya. O rmol/ son
 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 30 Juli 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Rabu, 29 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020
Kamis, 09 Juli 2020
Rabu, 17 Juni 2020
Senin, 08 Juni 2020
Senin, 01 Juni 2020
Sabtu, 18 April 2020
Senin, 09 Maret 2020
Sabtu, 29 Februari 2020
Kamis, 27 Februari 2020