Selasa, 31 Maret 2020 13:47:55

Ketika Mindset di Lock Down

Ketika Mindset di Lock Down

Beritabatavia.com - Berita tentang Ketika Mindset di Lock Down

Kekuatan pikiran mampu mengenali adanya “udang dibalik batu” yang selama ini berupaya mengendalikan kehidupan manusia. Kekuatan ...

Ketika Mindset di Lock Down Ist.
Beritabatavia.com -

Kekuatan pikiran mampu mengenali adanya “udang dibalik batu” yang selama ini berupaya mengendalikan kehidupan manusia. Kekuatan pikiran dapat mengarahkan langkah hingga tujuan terakhir kehidupan. Apa yang terlihat dan dirasakan oleh kelima indra manusia, tidak seindah warna asilinya maupun seperti tampilannya.

Karena semua hanyalah ilusi dari eksploitasi keserakahan yang sudah diprogram dengan system yang diseragamkan sejak kita masing-masing dilahirkan ke dunia ini. Bahwa selama ini kita hanya diajar untuk bisa melihat “batu” nya tanpa mampu mengenali “udang”nya.

Lewat sistem yang diseragamkan, semua dipaksa memiliki pemahaman yang sama tentang segala sesuatu.  Hanya pada apa yang mampu dilihat dan dirasa secara jasmani, yaitu “batu”nya tanpa sadar kalau ada “udang”nya. Tidak menyadari, meskipun sedang digiring untuk menjadi “sesuai” dengan sipembuat sistem.

Rencana melakukan rekayasa hidup (life engineering) sudah dimulai sejak lama. Mereka menggiring kita menjadi manusia yang tidak fitrah dan dibentuk hanya untuk mengejar hidup dengan ambisi dan keserakahan. Secara alami, perlahan tapi pasti, semakin jauh dari Kekuasaan Tuhan pencipta manusia, langit dan bumi serta isinya.

Tanpa sadar kita diprogram untuk mengandalkan hal-hal yang sifatnya lebih materi ketimbang rohani. Tujuannya jelas. Untuk menguasai jiwa manusia, agar dengan mudah mengendalikan semua secara total dengan tujuan utama adalah menguasai sistem ekonomi dengan “menulis dan menerbangkan” berbagai skenario yang disuguhkan dramatis seakan-akan ini adalah  peristiwa alami tanpa alasan dan tujuan.

Salah satu caranya adalah menyatukan sistem antara Teknologi Informasi dan Tehnologi Komunikasi (TIK) yang hanya dihubungkan dengan Internet of Things ( IoT). Lazimnya dikenal  dengan gadget (Smartphone) yang selalu menempel erat ditangan masing-masing. Kapan dan dimana pun berada merasa tidak ada lagi batasan antara ruang dan waktu. Sebenarnya itu hanya cara “mereka” memanipulasi mindset kita. Artinya mindset kita sudah di lockdown.

Gadget adalah by design atau sistem yang sengaja direncanakan dari jauh-jauh hari oleh si “pembuat sistem” tersebut untuk digunakan sebagai “Inteligent Tool”(Proxy War) sekaligus alat untuk memastikan keberhasilan program sipembuat. Teknologi tersebut adalah “PION” paling efektif untuk menebarkan informasi secara terstruktur, sistematis dan massive (TSM). Seluruh situasi yang ada disesuaikan dengan scenario yang sudah disiapkan bahkan disimulasikan terlebih dulu.

Sekali lagi, ujung-ujungnya adalah motif ekonomi. Tujuan terpenting dan di atas segalanya yang harus tercapai adalah mengendalikan dunia secara TOTAL tanpa peduli jiwa manusianya. Ini bukan fantasi. Ini TELAH, SEDANG DAN AKAN terus berproses sampai dunia ini tiba pada kata akhir.
Mereka sudah menguasai semua aspek kehidupan  lewat apa yang dikenal dengan “INDUSTRIALISASI” (bahwa segalanya harus jadi uang ) dan tak ada lagi yang tersisa. Jika sahabat-sahabatku memiliki keinginan untuk tahu lebih jauh, lebih banyak, mari kita berdiskusi. Mari duduk demi kebangkitan bangsa ini kembali fitrah menjadi bangsa yang merdeka lahir batin.

Dalam menghadapi pandemi “satu kata” saat ini, yang adalah buatan “si pencuri”. Selayaknya semua elemen bangsa saling mengajak untuk tetap tinggal tenang. Tuhan selalu awas dan menjaga kita. Tak sehelai rambut pun jatuh tanpa seizin Tuhan. Selayaknya kita yakini kedahsyatan kuasa-Nya. Tidak semestinya kita sedikit pun tergoncang!
Kita berharap kepada semua yang sontak “menjelma” menjadi wartawan dadakan karena gadget, agar memutus rantai teror. Bijak dengan tidak menjadi bagian atau berpartisipasi dalam menebarkan “vibrasi negatif “ berupa berita ataupun informasi yang justru menebar kecemasan, ketakutan dan kepanikan tak terkendali. Ingat-ingat lagi, apa saja yang kita terima lalu langsung kita bagi, seringkali tidak melalui proses “paham hingga ke dasar”. Tidak utuh, bahkan TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH DIBACA SAMPAI SELESAI.
Sadarilah, pikiran kita sedang diprogram agar mempunyai pandangan yang seragam atas segala sesuatu yang terjadi. Kita sedang digiring untuk melakukan segala langkah-langkah yang hanya secara jasmani! Lalu kita berpikir dapat kita atasi, padahal faktanya tidaklah demikian. Yang hanya kita lihat dengan mata jasmani bukanlah penyelesaian yang sesungguhnya dari akar masalah yang ada.

“Jangan Sampai Persepsi Kita Dikendalikan. Taklukan Teknologi dan Bukan Sebaliknya”.
Mari bersatu dan bersepakat dalam hati yang takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk meraih ketenangan hati dan jiwa. Menenangkan hati seluruh masyarakat Indonesia yang kita cinta. Hentikan semua dramatisasi berita ini, hentikan menampilkan berita dan informasi penebar ketakutan yang merata.
Sepakatlah, kita sedang melawan virus. Apa yang tak bisa dia tembus? Ya. Imun tubuh yang baik. Itu yang kita perlu dan saat ini sangat kita butuh. Namun apa yang sejak kemarin kita lakukan justru adalah segala tindakan yang membangun rasa takut dan kekuatiran yang malah menurunkan “imun tubuh. Kuatkan imunitas masing-masing, itu yang saat ini kita butuhkan.
Jaga ketahanannya. Jaga dari pribadi masing-masing. Ketika kita melakukannya bersama, kita sebenarnya sedang membangun benteng pertahanan nasional darirumah kita masing-masing.
Virus “satu kata” yang sedang menjadi trending topik dunia ini adalah sesuatu yang tidak terlihat oleh mata jasmani kita, maka “lawan”nya jelas adalah yang tak terlihat. Apa senjata kita? Kekuatan Tuhan dengan DOA yang diimani sungguh-sungguh. Ingin hidup? Berdoa, beribadah, mendekatlah kepada Allah, Dia sumber hidup.
“Janganlah takut kepada kekejutan yang tiba-tiba atau kepada kebinasaan, bila itu datang, karena Tuhan Yang Maha Esalah yang menjadi sandaran kita semua. Dia akan menghindarkan bangsa Indonesia, bangsa kita. Dalam situasi menakutkan, Tuhan selalu bersama bangsa ini, memegang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan. Yakini.
Ketakutan adalah bentuk intimidasi iblis yang ingin merebut kedamaian jiwa kita dari rasa keimanan kita kepada kemahakuasaan-Nya. Tuhan Yang Maha Esalah sumber kekuatan yang kekal dan abadi untuk selama-lamanya.  O Komjen Pol Drs Dharma Pongrekun, MM.MH.

“Indonesia harus bangkit, bangsa pemenang, bahkan lebih dari Pemenang”.
BANGKIT! INDONESIA, BANGKIT!
Viva Republik Indonesia
#gerakanindonesiajemurpagi

Berita Terpopuler
Jumat, 25 September 2020
Rabu, 23 September 2020
Berita Lainnya
Rabu, 24 Juni 2020
Kamis, 18 Juni 2020
Rabu, 10 Juni 2020
Senin, 18 Mei 2020
Minggu, 10 Mei 2020
Sabtu, 09 Mei 2020
Selasa, 21 April 2020
Selasa, 31 Maret 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019