Senin, 18 Mei 2020 15:00:57

Percepatan Polri dari Ujung Timur Pulau Jawa

Percepatan Polri dari Ujung Timur Pulau Jawa

Beritabatavia.com - Berita tentang Percepatan Polri dari Ujung Timur Pulau Jawa

Selain aktual, konsepnya komprehensif dapat menjadi solusi efektif untuk menjawab problem yang potensi mengganggu Kamtibmas dan relevan dengan ...

Percepatan Polri dari Ujung Timur Pulau Jawa Ist.
Beritabatavia.com -

Selain aktual, konsepnya komprehensif dapat menjadi solusi efektif untuk menjawab problem yang potensi mengganggu Kamtibmas dan relevan dengan kondisi saat maupun pasca pandemi virus corona atau covid-19.
Publik optimis program yang disosialisasikan Kapolda Jawa Timur Irjen DR Fadil Imran di awal tugasnya, akan memberikan manfaat bagi warga Jatim. Apalagi sosok pria lulusan AKPOL 1991  tidak gamang saat menjelaskan program unggulannya bertajuk “Desa Tangguh Berbasis POP”. Bahkan Kapolda mengajak kerja bersama menjaga Jawa Timur  supaya bebas dari virus corona. Potret berbeda dengan pemimpin yang biasanya selalu diawali dengan mengedepankan kesiapan pasukan dengan peralatannya.

Polda Jatim yang terletak di ujung timur Pulau Jawa menjadi api unggun penyemangat percepatan perubahan. Polda Jatim memastikan tugas pokok dan fungsinya sebagai insan yang memelihara Kamtibmas, melayani dan melindungi serta mengayomi masyarakat. Sekaligus  menunjukkan Polda Jatim tidak semata-mata hanya memiliki dan menggunakan pasal-pasal yang ada dalam undang-undang.

Kapolda Jatim Irjen DR Fadil Imran bersama jajarannya melakukan inovasi dan kreasi dalam melaksanakan peran dan  fungsinya agar kebijakan pemerintah efektif. Sekaligus memaksimalkan peran Polri sebagai salah satu ujung tombak percepatan penanganan covid-19. Diawali dengan sosialisasi guna membangun kesadaran dan pemahaman sehingga timbul reaksi partisipasi dari masyarakat,

Irjen Pol DR Mohammad Fadil Imran, dalam diskusi daring Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Malang, pada Minggu 17 Mei 2020, menjelaskan “Desa Tangguh Berbasis POP” salah satu program unggulan Polda Jatim. Sebagai upaya efektif untuk mengendalikan pandemi Covid-19 di Jawa Timur yang dilaksanakan bersamaan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa Timur.

Konsep Desa Tangguh pada dasarnya merupakan inisiatif warga di akar rumput untuk mengelola sumberdaya di lingkungannya secara mandiri. Di dalamnya terdapat program lumbung pangan, distribusi pangan, penanganan warga yang sakit atau meninggal dunia. Terkait Covid-19, penanganan arus masuk dan keluar manusia dan barang, serta antisipasi potensi kejahatan yang muncul di kawasan tersebut.

Konsep ini diinisiasi oleh Universitas Brawijaya Malang yang sudah mengujicobakan sistem tersebut di sekitar 78 komunitas di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Irjen DR Fadil Imran yang baru seminggu menjabat langsung membuat gebrakan menyambut inisiasi dari Universitas Brawijaya tersebut dan mengaitkannya dengan pendekatan POP (Problem-Oriented Policing) yang merupakan model pendekatan progresif dalam penanganan problem masyarakat.

Problem-Oriented Policing (POP) adalah pendekatan progresif dan proaktif yang telah dikembangkan oleh banyak institusi kepolisian di berbagai negara. Berbeda dengan model pendekatan lama yang lebih menekankan diri pada upaya reaktif dan insidental. Pendekatan baru ini dikembangkan Herman Goldstein, profesor di University of Wisconsin-Madison sejak tahun 1979.

Pada dasarnya POP adalah metode analitik yang digunakan oleh polisi untuk mengembangkan strategi dalam upaya mencegah dan mengurangi kejahatan. Di bawah model POP, lembaga kepolisian diharapkan untuk secara sistematis menganalisis masalah-masalah komunitas, mencari solusi yang efektif untuk masalah-masalah tersebut, dan mengevaluasi dampak dari upaya mereka. Pendekatan ini bersifat problem solving dan telah teruji keandalannya dalam berbagai pendekatan kepolisian kontemporer.

Sejak tahun 1987, John E. Eck dan William Spelman mengembangkan pendekatan ini dengan memperkenalkan satu metode (tools) yang disebut SARA (Scanning, Analysis, Response, Assesment).
Scanning atau pemindaian adalah tahap identifikasi masalah yang tumbuh di masyarakat.
Analysis adalah tahap selanjutnya, analisis lebih lanjut untuk memperdalam permasalahan.
Informasi ini sangat penting untuk memilih response yang paling efektif dan tepat untuk masalah, yang terjadi pada tahap berikutnya.
Tahap Assesment atau penilaian, mencakup evaluasi apakah respon mencapai efek yang diharapkan. Proses ini menjadi siklis sehingga keseluruhan SARA menjadi upaya berkelanjutan.

Sebagai sebuah tools dinamis, SARA dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk untuk menangani wabah Covid-19. Hal inilah yang mendorong Irjen Pol Mohammad Fadil Imran dan jajarannya di Polda Jatim turut mengembangkan Desa Tangguh berbasis POP.
Salah satu aspek yang mempertemukan POP dengan desa tangguh adalah sifatnya yang kuat pada analisis dan pendataan yang melibatkan secara aktif masyarakat. POP tidak dapat dijalankan tanpa keterlibatan warga. Di sisi lain, konsep desa tangguh menekankan diri pada kemandirian dan penguatan masyarakat. Pada titik inilah pendekatan POP bertemu dengan konsep desa tangguh.

Dengan integrasi ini, kepolisian di Jawa Timur dapat mengembangkan community policing, democratic policing yang berorientasi turut berfokus membantu memecahkan masalah warga (problem solving), di sisi lain masyarakat dapat mengembangkan kapasitasnya dalam mengatasi  masalahnya sendiri.
Terkait dengan Covid-19 sendiri, usaha-usaha yang dirancang masyarakat, di akar rumput, untuk menangani Covid-19 adalah upaya yang patut didukung karena di sanalah masalah sesungguhnya bermula. O sumer/son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Jumat, 25 Oktober 2019
Rabu, 21 Agustus 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Selasa, 07 Mei 2019
Kamis, 17 Januari 2019
Rabu, 16 Januari 2019
Jumat, 16 November 2018
Rabu, 07 November 2018
Rabu, 31 Oktober 2018
Selasa, 16 Oktober 2018
Selasa, 16 Oktober 2018
Selasa, 18 September 2018