Minggu, 02 Agustus 2020 10:47:58

Kiprah Komjen Listyo Sigit Prabowo Menegakkan Hukum & Citra Polri

Kiprah Komjen Listyo Sigit Prabowo Menegakkan Hukum & Citra Polri

Beritabatavia.com - Berita tentang Kiprah Komjen Listyo Sigit Prabowo Menegakkan Hukum & Citra Polri

Sosok tokoh Gatotkaca tetap hidup sejak zaman kuno hingga Indonesia modren seperti saat ini. Dalam wayang Jawa dikenal sebagai ...

Kiprah Komjen Listyo Sigit Prabowo Menegakkan Hukum & Citra Polri    Ist.
Beritabatavia.com -

Sosok tokoh Gatotkaca tetap hidup sejak zaman kuno hingga Indonesia modren seperti saat ini. Dalam wayang Jawa dikenal sebagai "Gatotkoco" dijuluki sebagai tokoh yang memiliki otot kawat tulang besi. Popularitasnya tidak kalah dengan superman maupun superhero impor.

Kini sosok Gatotkaca menjelma dan hidup sebagai insan Bhayangkara. Selain memiliki otot kawat dan tulang besi, urat takutnya juga sudah putus. Sejumlah tugas yang sarat dengan urgenitas dan menjadi perhatian publik, berhasil dilaksanakan dalam waktu yang relatif singkat. Pria yang disebut sebagai sosok Gatotkaca itu sejak 6 Desember 2019 resmi menjabat sebagai Kabreskrim Polri.

Murah senyum, tetapi bicara seperlunya dan terkesan sangat hati-hati, bahkan lebih memilih banyak mendengar. Lebih tepat disebut sosok pria cerdas yang pendiam dan berani. Selintas itulah potret Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo,Msi.  

Sepintas pria Jawa kelahiran Ambon, Maluku tepatnya 5 Mei 1969 silam, tidak terlihat istimewa, semua tampak biasa saja, sangat sederhana tenang seperti air mengalir. Meskipun diantara anggota Batalion Bhara Daksa sebutan untuk lulusan AKPOL 1991, Listyo Sigit Prabowo menjadi perwira yang pertama menjabat sebagai Kapolda dan menyandang pangkat bintang tiga.

Sederet jabatan dan segudang prestasi yang diraih larut dalam kesederhanaannya. Listyo Sigit Prabowo tetap bicara seperlunya dan tetap menjadi pendengar, bukan menggurui apalagi menunjukkan sikap seperti tahu semua hal. Tetap menjadi sosok yang tenang dan serius serta jauh dari kehidupan glamour. Bahkan ucapan selamat atas penangkapan Djoko Tjandra hanya dijawab singkat "terima kasih mas,". Ditambah dengan kalimat yang selalu diucapkannya sejak 20 tahun silam saat menjabat Kapolsek Duren Sawit, Jakarta Timur. "Bagian kita kerja saja dan berbuat apa yang bisa kita lakukan semaksimal mungkin,".

sigitprabowo

Foto : Komjen Listyo Sigit Prabowo bersama Kapolri Jenderal Idham Aziz

Mimik wajahnya tak berubah, saat diminta tanggapan tentang sederet prestasi yang diraihnya selama meniti karir di kepolisian selepas lulus dari AKPOL pada tahun 1991 silam." Kalau lah itu disebut prestasi atau kesuksesan cukuplah sebagai kenangan, tidak perlu publikasi berlebihan," tuturnya. Bahkan Listyo Sigit Prabowo selalu mengatakan itu hasil kerja seluruh anggotanya.Seraya berharap dapat bermanfaat atau dijadikan motivasi para juniornya.

Listyo Sigit Prabowo, mengaku, perjalanan karirnya tidak selalu berjalan mulus, ada gelombang yang menjadi tantangan dan harus dilewati serta dihadapi. Dia mengenang selepas menjalankan tugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo, ditunjuk menjadi Kapolda Banten. Saat itu kehadirannya mendapat penolakan dari para ulama dan tokoh masyarakat Banten. Namun, dengan cerdas Listyo melakukan sapari door to door meminta dukungan kepada kalangan ulama dalam rangka menciptakan kondusifitas. Hingga akhir jabatan Kapolda, Listyo Sigit Prabowo justru menjadi sosok yang mendapat dukungan penuh para tokoh ulama dan masyarakat Banten.

Mantan ajudan Presiden Jokowi yang saat ini menjabat Kabareskrim Polri mengaku lebih enjoy bekerja dengan senyap agar bisa fokus dan serius tidak diwarnai dengan keriuhan. Dibuktikan dengan sejumlah kasus yang ditangani  Listyo Sigit Prabowo, semua prosesnya berjalan senyap tidak diwarnai keriuhan apalagi kegaduhan.

Resmi dilantik sebagai Kabareskrim Polri pada 6 Desember 2019, Listyo Sigit Prabowo bergerak cepat tanpa suara dan riak langsung menggelar operasi senyap untuk mengungkap kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan yang terjadi pada 11 April 2017 silam. Kasus ini menjadi pemicu merebaknya tudingan terhadap Polri tidak akan mengungkap kasus penyiraman Novel Baswedan karena ikut terlibat dalam kasus tersebut. Tidak terlalu lama, operasi senyap yang dipimpin Listyo Sigit Prabowo berhasil mengungkap dan meringkus dua anggota Brimob sebagai pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan.

Kemudian kasus paling anyer yaitu dugaan keterlibatan tiga jenderal polisi membantu dan melindungi buronan Djoko Tjandra. Tanpa ampun dan kompromi, langsung memproses pidana, meskipun perwira tinggi Polri berpangkat bintang satu itu seangkatanya dengannya yaitu lulusan AKPOL 1991. Listyo Sigit Prabowo sebagai Kabareskrim  tetap menandatangani surat perintah penyidikan dan menetapkan status tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana.

Berbagai tudingan miring hingga caci maki ditujukan ke lembaga Polri, hanya dijawab dengan hasil kerja. Sejak awal informasi tentang operasi senyap penangkapan Djoko Tjadra yang dipimpin Komjen Listyo Sigit Prabowo, tertutup rapat. Dalam waktu relatif singkat, tim yang dipimpin langsung oleh Listyo Sigit sukses menggelandang Djoko Tjandra ke Indonesia, Kamis 30 Juli 2020 malam. Sontak,kesuksesan itu menuai decak kagum seluruh rakyat Indonesia. Sekaligus memupus keraguan terhadap Polri untuk menangkap Djoko Tjandra. Drama pelarian Djoko Tjandra selama 11 tahun, berakhir ditangan Listyo Sigit Prabowo.

listyosigit

Foto : Komjen Listyo Sigit Prabowo

Tidak hanya menggerus dan menggoyahkan rasa percaya diri insan Bhayangkara, kasus Novel Baswedan dan pelarian Djoko Tjandra juga menimbulkan tsunami yang sempat meluluh lantakkan citra dan kepercayaan masyarakat kepada Polri. Tetapi Listyo Sigit Prabowo mengatakan terlalu berlebihan bila dirinya disebut sebagai sosok Gatotkaca atau pahlawan yang dapat mengembalikan citra Polri dan kepercayaan publik. Bahkan tidak merespon pertanyaan tentang suksesi kepemimpinan Polri menyusul Kapolri Jenderal Idham Aziz yang akan memasuki masa pensiun pada Januari 2021 mendatang. Komjen Listyo Sigit Prabowo kembali mengatakan " Bagian kita kerja saja dan berbuat apa yang bisa kita lakukan semaksimal mungkin," kalimat yang selalu diucapkan sejak menjabat Kapolsek Durensawit, Polres Metro Jakarta Timur. O Edison Siahaan  

Jabatan kepolisian

Kapolsek Metro Duren Sawit Polres Metro Jakarta Timur
Kapolsek Metro Tambora Polres Metro Jakarta Barat    
Kepala Bagian Pengendalian Personel Biro Personel Polda Metro Jaya
Kepala Kepolisian Resor Pati (2009)
Kepala Kepolisian Resor Sukoharjo (2010)
Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Semarang
Kepala Kepolisian Resor Kota Surakarta (2011)
Kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri (2012)
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara (2013)
Ajudan Presiden RI (2014)
Kepala Kepolisian Daerah Banten (2016)
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (2018)
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (2019).

Berita Terpopuler
Jumat, 25 September 2020
Rabu, 23 September 2020
Berita Lainnya
Rabu, 24 Juni 2020
Kamis, 18 Juni 2020
Rabu, 10 Juni 2020
Senin, 18 Mei 2020
Minggu, 10 Mei 2020
Sabtu, 09 Mei 2020
Selasa, 21 April 2020
Selasa, 31 Maret 2020
Rabu, 15 Januari 2020
Sabtu, 11 Januari 2020
Selasa, 31 Desember 2019
Minggu, 22 Desember 2019