Jumat, 13 November 2020 20:06:55

Pelaku Penikaman di Halte Kompas Gramedia Masuk Kategori Bayaran

Pelaku Penikaman di Halte Kompas Gramedia Masuk Kategori Bayaran

Beritabatavia.com - Berita tentang Pelaku Penikaman di Halte Kompas Gramedia Masuk Kategori Bayaran

Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap lima tersangka kasus penikaman kepada salah satu tim sukses pasangan ...

Pelaku Penikaman di Halte Kompas Gramedia Masuk Kategori Bayaran Ist.
Beritabatavia.com - Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap lima tersangka kasus penikaman kepada salah satu tim sukses pasangan calon wali kota Makassar. Penusukan terhadap Muharram Jaya alias Musjaya (48), terjadi di halte dekat Gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/11) malam lalu, saat debat paslon di stasiun tv Kompas. Musjaya adalah anggota tim sukses calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman) di Pilkada Makassar. Pelaku yang dibekuk adalah MNM (50), F (40), S (51), AP (46), dan S (39). Sementara dua pelaku yang buron adalah AR (25) dan JH (40). Untuk tersangka S, diketahui meninggal dunia karena sakit bawaan berupa sesak nafas dan jantung, sesaat setelah ditangkap. S belum sempat dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan tersangka MNM adalah pelaku yang menyuruh 6 tersangka lain untuk melakukan penusukan terhadap korban. MNM adalah warga Makassar dan merupakan tim sukses cawalkot Makassar lawan dari cawalkot yang didukung korban. Jadi pelaku yang berasal dari Makasar hanya satu orang dan sebagai yang menyuruh. Sementara 6 lainnya adalah warga Jakarta dan mereka pembunuh bayaran yang diperintah MNM, ujarnya didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yusri Yunus, kepada wartawan, di Mapolda Metro, Jakarta, Jumat (13/11/2020). Dijelaskan Tubagus, MNM diketahui membayar ke para pelaku lainnya sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 Juta sebagai uang operasional. Meski jumlah bayaran tidak seberapa, dan karena ada percobaan pembunuhan, maka para pelaku yang disuruh MNM masuk dalam kategori pembunuh bayaran, tegasnya. Motif MNM ingin menghabisi korban, lanjut Tubagus, karena sakit hati korban telah membuat video di media sosial yang melecehkan pasangan cawalkot Makassar yang didukung MNM. Jadi penusukan di Palmerah ini adalah rangkaian dari kegiatan yang ada di Makassar. Karena korban membuat video yang dianggap telah melecehkan pasangan calon yang didukung MNM, membuat MNM sakit hati, tuturnya. Lalu adanya momentum debat pasangan calon di Kompas TV Jakarta, dimana korban ke Jakarta, kata Tubagus, MNM juga ke Jakarta dan merekrut pelaku lainnya untuk menusuk korban. Momentum itu digunakan pelaku untuk merencanakan dan menusuk korban. Sehingga korban luka berat dan sampai saat ini masih dirawat di rumah sakit, ucapnya. Para pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 351 KUHP, Pasal 355 KUHP dan Pasal 340 KUHP. 0fer
Berita Lainnya
Sabtu, 14 November 2020
Jumat, 13 November 2020
Kamis, 12 November 2020
Kamis, 12 November 2020
Senin, 09 November 2020
Jumat, 06 November 2020
Senin, 02 November 2020
Rabu, 21 Oktober 2020
Jumat, 09 Oktober 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Minggu, 27 September 2020
Jumat, 25 September 2020