Minggu, 28 Maret 2021 16:33:30

Wartawan Dianiya dan Disekap,Tempo Desak Kapolda Jatim Seret Pelaku ke Meja Hijau

Wartawan Dianiya dan Disekap,Tempo Desak Kapolda Jatim Seret Pelaku ke Meja Hijau

Beritabatavia.com - Berita tentang Wartawan Dianiya dan Disekap,Tempo Desak Kapolda Jatim Seret Pelaku ke Meja Hijau

Peristiwa penganiayaan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi, Sabtu 27 Maret 2021, merupakan serangan terhadap kebebasan pers dan melanggar KUHP ...

Wartawan Dianiya dan Disekap,Tempo Desak Kapolda Jatim Seret Pelaku ke Meja Hijau Ist.
Beritabatavia.com -

Peristiwa penganiayaan yang dialami jurnalis Tempo, Nurhadi, Sabtu 27 Maret 2021, merupakan serangan terhadap kebebasan pers dan melanggar KUHP serta Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999. Selain mengutuk aksi kekerasan itu,Tempo juga menuntut semua pelakunya diseret ke meja hijau untuk diadili sesuai hukum yang berlaku.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta, mengatakan sudah menerima laporan terkait kasus penganiyaan wartawan Tempo. Selain itu, pihaknya juga sudah komunikasi dengan pihak Tempo dan sepakat untuk membuat laporan ke  SPKT untuk ditindak lanjuti.

Pemimpin Redaksi Majalah Tempo, Wahyu Dhyatmika, mengatakan, kekerasan yang menimpa Nurhadi terjadi ketika dia menjalankan penugasan dari rnedaksi Majalah Tempo untuk meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan,  Angin Prayitno Aji. Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menyatakan Angin sebagai tersangka dalam kasus suap pajak.  

Penganiayaan terjadi ketika sejumlah pengawal Angin Prayitno Aji menuduh Nurhadi masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan anak Angin di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan laut (Kodiklatal) Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu 27 Maret 2021 malam. Meski sudah menjelaskan statusnya sebagai wartawan Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, mereka tetap merampas telepon genggam Nurhadi dan memaksa untuk memeriksa isinya. Nurhadi juga ditampar, dipiting, dipukul di beberapa bagian tubuhnya. Untuk memastikan Nurhadi tidak melaporkan hasil reportasenya, dia juga ditahan selama dua jam di sebuah hotel di Surabaya.

Tempo menilai kekerasan ini merupakan tindak pidana yang melanggar setidaknya dua aturan yakni pasal 170 KUHP mengenai penggunaan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang atau barang, dan pasal 18 ayat 1 UU Pers tentang tindakan yang menghambat atau menghalangi kegiatan jurnalistik. Ancaman hukuman untuk pelanggaran ini adalah seberat-beratnya  lima tahun enam bulan penjara.

Atas peristiwa ini, redaksi Tempo menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Meminta Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta menindaklanjuti kasus kekerasan terhadap jurnalis Tempo dan memeriksa semua  anggotanya yang terlibat. Setelah semua berkas penyidikan lengkap, kami menuntut pelakunya dibawa ke meja hijau untuk menerima hukuman yang setimpal, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memerintahkan jajarannya di Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri untuk memproses pelaku secara disiplin profesi dan memastikan kasus ini merupakan aksi kekerasan terakhir yang dilakukan polisi terhadap jurnalis.

3. Memohon bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komisi Nasional untuk Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Dewan Pers, untuk melindungi korban dari ancaman kekerasan lebih lanjut dan mengawal proses hukum atas kasus ini.

4. Menghimbau semua pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik yang dilindungi oleh UU Pers, demi terjaminnya hak publik untuk tahu dan mendapatkan informasi yang akurat mengenai isu-isu yang penting bagi orang banyak. 0 rls/son

Berita Lainnya
Rabu, 25 November 2020
Jumat, 20 November 2020
Rabu, 07 Oktober 2020
Selasa, 06 Oktober 2020
Kamis, 24 September 2020
Selasa, 15 September 2020
Selasa, 08 September 2020
Senin, 07 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Kamis, 03 September 2020
Senin, 24 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020