Rabu, 02 Juni 2021 12:50:17

Wujudkan Negara Hukum Dengan RUU KUHP

Wujudkan Negara Hukum Dengan RUU KUHP

Beritabatavia.com - Berita tentang Wujudkan Negara Hukum Dengan RUU KUHP

Indonesia adalah negara hukum. Maka semua aspek kehidupan dalam bidang kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan serta pemerintahan harus ...

Wujudkan Negara Hukum Dengan RUU KUHP Ist.
Beritabatavia.com -

Indonesia adalah negara hukum. Maka semua aspek kehidupan dalam bidang kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan serta pemerintahan harus senantiasa berdasarkan hukum.  
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Eddy Omar Sharif Hiariej mengatakan untuk mewujudkan negara hukum yang berlandaskan Pancasila, memerlukan sistem hukum nasional yang harmonis,sinergi, komprehensif, dan dinamis, melalui upaya  pembangunan hukum. Salah satu proses pembangunan hukum yang sedang dilaksanakan oleh Pemerintah khususnya di bidang hukum pidana adalah dengan melakukan revisi terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

"RUU KUHP merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menyusun suatu sistem rekodifikasi hukum pidana nasional yang bertujuan untuk menggantikan KUHP lama sebagai produk hukum pemerintahan zaman kolonial Hindia Belanda", kata Wamenkumham Eddy Omar Sharif Hiariej, saat menjadi keynote speech dalam "Diskusi Publik Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana," di Golden Palace Hotel, Mataram akhir Mei lalu.

Disebutkan, perkembangan hukum pidana yang tidak sesuai dengan dinamika masyarakat inilah yang mengakibatkan pembaruan dan revisi terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana perlu segera dilakukan.

Selain rekodifikasi yang mencakup konsolidasi serta sinkronisasi peraturan hukum pidana, pembaruan RUU KUHP juga diarahkan sebagai upaya harmonisasi, yaitu dengan menyesuaikan KUHP terhadap perkembangan hukum pidana yang bersifat universal dan upaya modernisasi, yaitu dengan mengubah filosofi pembalasan klasik yang berorientasi kepada perbuatan semata-mata, menjadi filosofi integratif yang memperhatikan aspek perbuatan, pelaku, dan korban kejahatan.

"Adanya RUU KUHP ini dapat menghasilkan hukum pidana nasional dengan paradigma modern, tidak lagi berdasarkan keadilan retributif, tetapi berorientasi pada keadilan korektif, restoratif, dan rehabilitatif," kata Wamenkumham.

Berbagai pro dan kontra yang muncul terhadap RUU KUHP ini terjadi karena berbagai persepsi dan kepentingan yang ada di masyarakat.

"Tidaklah mudah bagi negara yang sangat multikultur dan multietnis untuk membuat kodifikasi hukum pidana yang bisa mengakomodasi berbagai kepentingan," ujar Eddy.

Atas dasar tersebut, Pemerintah membuka ruang diskusi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menghimpun masukan, menyamakan persepsi, dan  sebagai pertanggungjawaban proses pembentukan peraturan perundang-undangan yang dilakukan secara transparan serta melibatkan masyarakat.

Sementara Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional, Prof. Dr. Benny Riyanto, mengatakan, bahwa diskusi publik terkait RUU KUHP ini diharapkan dapat menjelaskan dan menampung aspirasi masyarakat untuk pembangunan hukum nasional.

"Semoga diskusi publik ke-10 ini dapat menjelaskan poin-poin mengenai RUU KUHP yang masih bias di masyarakat, sehingga terjadi persamaan persepsi," kata Benny.Selain itu, diskusi ini juga diharapkan dapat menampung berbagai aspirasi sebagai bentuk nyata kontribusi masyarakat terhadap pembangunan hukum di Indonesia. tambahnya. O Saf/son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 28 April 2021
Selasa, 27 April 2021
Kamis, 22 April 2021
Selasa, 13 April 2021
Jumat, 09 April 2021
Minggu, 04 April 2021
Minggu, 28 Maret 2021
Kamis, 18 Maret 2021
Jumat, 26 Februari 2021
Selasa, 02 Februari 2021
Jumat, 22 Januari 2021
Senin, 21 Desember 2020