Sabtu, 25 September 2021 09:59:07

Kronologis Kasus Suap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin

Kronologis Kasus Suap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin

Beritabatavia.com - Berita tentang Kronologis Kasus Suap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin

Tidak perlu waktu lama, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan wakil ketua DPR RI Azis Syamsudin, Jumat 24/9/2021 malam. ...

Kronologis Kasus Suap Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin Ist.
Beritabatavia.com -

Tidak perlu waktu lama, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengamankan wakil ketua DPR RI Azis Syamsudin, Jumat 24/9/2021 malam. Setelah tim Covid-19 yang datang bersama penyidik KPK memastikan kondisi kesehatan Azis Syamsudin, langsung digelandang ke gedung KPK.

 "Ya benar, Azis Syamsuddin sudah ditemukan di rumahnya dan ditangkap KPK," ujar Ketua KPK Firli Bahuri kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (24/9/2021) malam.

Karena saat ini, Firli melanjutkan, pandemi Covid-19 masih menjadi keprihatinan, tentu kami mengikutsertakan tim Covid-19 untuk memastikan kondisi AS. Sebelumnya Azis Syamsudin mengirim surat untuk meminta penundaan pemeriksaan oleh tim penyidik KPK karena sedang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Menurut ketua KPK Firli Bahuri, Azis Syamsudin sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara yang sedang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Jenderal bintang tiga polisi itu menuturkan kronologis keterlibatan Azis Syamsudin dalam kasus suap. Awalnya Azis Syamsudin sempat meminta tolong kepada oknum penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju (SRP) untuk mengurus perkara yang menjeratnya di KPK. Adapun Stepanus Robin kemudian meminta bantuan rekannya, seorang Pengacara bernama Maskur Husain (MH). Kemudian Stepanus Robin dan Maskur Husain dan Azis Syamsudin sepakat harga sebesar Rp 4 miliar untuk mengurus perkara yang menjerat Azis dan Aliza Gunado di Lampung.

Dari uang yang dijanjikan Rp 4 miliar itu Azis baru merealisasikan pembayaran ke Stepanus Robin dan Maskur Husain sebesar Rp3,1 miliar.

"Komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp4 miliar, yang telah direalisasikan baru sejumlah Rp3,1 miliar," tutur Firli Bahuri,dalam siaran persnya di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021) dini hari.

Azis diduga terjerat kasus dugaan suap terkait pengurusan Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017.

"Ia terjerat di kasus tersebut bersama-sama dengan Direktur PT Jasa Lampung Utama (LJU) sekaligus mantan Wakil Ketua Umum PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Aliza Gunado," kata Firli Bahuri.

Atas perbuatan Azis menyuap Stepanus Robin, dirinya terancam melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.O son

Berita Lainnya
Senin, 26 Juli 2021
Jumat, 23 Juli 2021
Selasa, 13 Juli 2021
Senin, 12 Juli 2021
Senin, 28 Juni 2021
Jumat, 11 Juni 2021
Kamis, 10 Juni 2021
Kamis, 03 Juni 2021
Rabu, 02 Juni 2021
Rabu, 02 Juni 2021
Jumat, 28 Mei 2021
Senin, 24 Mei 2021