Selasa, 02 November 2021 17:56:12

Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Covid, Kapolri : Mereka Calon Pemimpin Bangsa

Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Covid, Kapolri : Mereka Calon Pemimpin Bangsa

Beritabatavia.com - Berita tentang Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Covid, Kapolri : Mereka Calon Pemimpin Bangsa

Pandemi Covid-19 bukan hanya membatasi aktivitas, produktifitas dan  kehidupan sosial maupun ekonomi. Tetapi berdampak pada kehidupan ...

Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Covid, Kapolri : Mereka Calon Pemimpin Bangsa Ist.
Beritabatavia.com -

Pandemi Covid-19 bukan hanya membatasi aktivitas, produktifitas dan  kehidupan sosial maupun ekonomi. Tetapi berdampak pada kehidupan anak-anak yang terpaksa menjadi yatim bahkan yatim piatu karena kehilangan orang tuanya akibat terpapar virus Covid-19. Tentu menjadi tanggungjawab semua pihak untuk menyelamatkan kelangsungan hidup anak-anak terdampak Covid-19.

Seperti yang disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri kegiatan dukungan psikososial kepada anak-anak dan disabilitas terdampak Pandemi Covid-19 di Lapangan Lemdiklat Polri, Ciputat, Jakarta Selatan, Selasa (2/11/2021).

"Anak-anak adalah aset bangsa karena merupakan generasi penerus. Mereka juga harus mendapatkan perlindungan yang sama atas kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurutnya, kondisi sulit yang dialami anak-anak terdampak pandemi Covid-19 adalah merupakan tanggungjawab bersama antara Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholders lainnya. Sebagai wujud kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, khususnya di situasi Pandemi Covid-19, maka diselenggarakan dukungan psikologis sosial bagi anak-anak yang terdampak Covid-19 tahun 2021 dengan tema 'Peduli Anak, Indonesia Tangguh'.

Kapolri Sigit mengungkapkan, tanggung jawab bersama antar-pihak ini juga merupakan pesan dari Presiden Joko Widodo. Pasalnya, bangkitnya rasa kemanusian,  persaudaraan, dan persatuan dari segala penjuru adalah sebuah kekuatan maha besar yang menambah keyakinan musibah akan mampu diatasi.

"Jadi apa yang disampaikan Pak Presiden ini terbukti dengan kepedulian kita bersama untuk bisa hadir dan berkontribusi untuk anak-anak kita," ujarnya.

Lulusan AKPOL 1991 itu menyampaikan,  di tengah Pandemi Covid-19 sudah ada 25.000 anak yang menjadi yatim, piatu, maupun yatim piatu. Bahkan, dari jumlah itu di antaranya ada anak-anak dari personel TNI-Polri yang orang tuanya harus gugur saat berada di garis terdepan menangani virus corona.

"Korban Covid-19 adalah seorang bapak, seorang ibu, ada juga mereka TNI-Polri, mereka yang bertugas ikut menangani Covid-19, dan mereka yang selama ini bertugas dan berbakti di lini terdepan," ucap Sigit terharu.

Jenderal Sigit menjelaskan, dalam dukungan psikososial, Pemerintah, TNI, Polri dan stakeholders lainnya memberikan pelayanan bantuan psikologis, konseling, dan ke depan akan ada layanan Hotline dan e-psikologi untuk memastikan psikologis mereka baik.

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) terhadap anak dan kaum disabilitas. Semua niat baik dan dukungan ini berdasarkan azas Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Sigit menekankan dukungan psikososial ini harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melakukan mapping potensi dan bakat anak-anak, kegiatan konseling tatap muka baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kapolri

Foto : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan dukungan psikososial pada anak terdamapk Covid-19.

Dimana Hotline Center Polri juga melakukan pengembangan aplikasi e-psikologi Polri untuk eksternal, khususnya konseling anak. Lalu, lakukan pemantauan terhadap tumbuh kembang anak sehingga sesuai dengan potensi dan bakat yang ada.

"Mengutamakan keselamatan rakyat merupakan kekuatan hukum tertinggi, yang tentunya ini kita lakukan secara terus menerus dan berkelanjutan," tegas Sigit.

Sigit berharap, dengan adanya kegiatan ini, anak-anak terdampak Covid-19 tidak kehilangan keceriaan dan menganggu tumbuh kembangnya. Mengingat, mereka adalah calon pemimpin Bangsa Indonesia kedepannya.

"Tidak boleh kehilangan keceriaan, mereka harus mendapatkan keinginannya. Kita harus antar mereka agar menjadi apa yang menjadi cita-citanya. Itu harapan kita semua," paparnya.

Tak menutup kemungkinan dari mereka lahir calon pimpinan yang memimpin Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu terima kasih kepada seluruh tim dan semua yang dilakukan menjadi ibadah bagi kita semua.

Sigit mengungkapkan membangun dan menjaga generasi penerus bangsa ini, sejalan dengan mempersiapkan pembangunan SDM sejak dini. Ketika nantinya Indonesia mendapatkan bonus demografi di usia produktif, yang diprediksi terjadi pada tahun 2030 mendatang.

"Mereka adalah bonus demografi. bagaimana kita bisa mengelola bonus tersebut sehingga menjadi SDM-SDM yang unggul, profesional dan mengisi persiapan dengan kerja kemampuan dan karya untuk wujudkan SDM yang siap mengantar Indonesia menjadi besar dan diramalkan sebagai negara nomor 4 terbesar di dunia," ujar Sigit.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mereka menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya acara dan perhatiannya terhadap anak-anak.O red/son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Rabu, 14 Oktober 2020
Minggu, 04 Oktober 2020
Jumat, 02 Oktober 2020
Kamis, 01 Oktober 2020
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020
Senin, 28 September 2020
Sabtu, 26 September 2020
Jumat, 25 September 2020
Kamis, 24 September 2020
Rabu, 23 September 2020
Selasa, 22 September 2020