Senin, 18 Juli 2022 18:19:17

Polda Metro Bongkar Mafia Tanah, 30 Tersangka ASN BPN & Kepala Desa

Polda Metro Bongkar Mafia Tanah, 30 Tersangka ASN BPN & Kepala Desa

Beritabatavia.com - Berita tentang Polda Metro Bongkar Mafia Tanah, 30 Tersangka ASN BPN & Kepala Desa

Praktik mafia tanah bukan isapan jempol semata, para pelakunya terdiri dari pegawai BPN dan kepala desa hingga jasa perbankan.  Seperti ...

Polda Metro Bongkar Mafia Tanah, 30 Tersangka ASN BPN & Kepala Desa Ist.
Beritabatavia.com -

Praktik mafia tanah bukan isapan jempol semata, para pelakunya terdiri dari pegawai BPN dan kepala desa hingga jasa perbankan.  Seperti praktik mafia tanah yang diungkap Polda Metro Jaya yang telah menetapkan 30 orang sebagai tersangka 25 orang diantaranya sudah dijebloskan ke sel tahanan Polda Metro Jaya.

"Ada 30 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka 25 orang tersangka diantaranya sudah ditahan, " kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran saat memimpoin rilis pengungkapan kasus mafia tanah di wilayah hukum Polda Metro jaya, Senin 18/7/2022.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran yang juga didampingi Menteri Agraria dan Tata ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto,  mengungkap modus operandi yang dilakukan oleh sindikat mafia tanah ini.

“Ada beberapa modus operandi secara umum, antara lain pemalsuan, memasuki pekarangan rumah tanpa hak dan/atau mengambil manfaat milik orang lain atau korban,” kata Irjen Fadil.

Kapolda mengatakan berdasarkan arahan Kapolri, jajaran Polda Metro Jaya akan mendukung program Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memberantas sindikat mafia tanah. Dia mengatakan Polda Metro Jaya fokus dalam mengusut penyalahgunaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Dalam acara tersebut Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan kasus ini diungkap bermula dari banyaknya konflik agraria yang tidak terselesaikan. Selain itu, praktik mafia tanah juga sudah meresahkan.

“Serta banyak dari hal-hal lain seperti minimnya tanah bersertifikat sesuai data BPN tahun 2016 hanya 40% dari 126 juta bidang tanah yang telah terdaftar,” paparnya.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, Ada 30 orang ditetapkan sebagai tersangka dan sebagian ditahan.

"Dari 30 tersangka itu, 13 di antaranya dari lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kemudian ada pejabat di pemerintahan setingkat desa/kelurahan juga ditangkap di kasus mafia tanah ini," kata Kombes Hengki.

Lebih lanjut Hengki menjelaskan, tersangka itu meliputi 13 orang pegawai BPN, terdiri dari  enam (6) pegawai tidak tetap dan tujuh ASN, Lalu ada dua tersangka ASN pemerintah, dua orang kepala desa dan satu tersangka jasa perbankan.

Kombes Hengki menambahkan 30 tersangka itu didapat dari 12 laporan masyarakat yang diterima Polda Metro Jaya. Para korban berasal dari latar belakang yang beragam.

“Terdapat 12 korban mafia tanah dimulai dari aset pemerintah, badan hukum, perorangan. Masih banyak masyarakat yang kita deteksi yang tidak sadar mereka jadi korban mafia tanah,” ucap Kombes Hengki.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan, modus operandi lain yang dilakukan sindikat mafia tanah yakni memalsukan akun pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Ada beberapa modus operandi, misalnya melakukan penyalahgunaan akun BPN RI pada sistem aplikasi SKP (Sengketa, Konflik, dan Perkara). Bahkan ada mantan pejabat BPN yang akunnya dipalsukan, ini mungkin menjadi bahan ke depan agar ini tidak terjadi,” ujar Kombes Zulpan.0 rls/son

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Kamis, 14 Juli 2022
Selasa, 28 Juni 2022
Senin, 27 Juni 2022
Selasa, 14 Juni 2022
Senin, 13 Juni 2022
Selasa, 31 Mei 2022
Kamis, 26 Mei 2022
Rabu, 27 April 2022
Selasa, 19 April 2022
Senin, 18 April 2022
Kamis, 07 April 2022
Jumat, 25 Maret 2022