Selasa, 25 April 2023 14:20:26

Setara Desak Kapolri Respon Provokasi Peneliti BRIN 

Setara Desak Kapolri Respon Provokasi Peneliti BRIN 

Beritabatavia.com - Berita tentang Setara Desak Kapolri Respon Provokasi Peneliti BRIN 

Setara Institute menilai cara beberapa pemikir merespons perbedaan Hari Raya menunjukkan penerimaan atas perbedaan dan keberagaman masih rapuh dan ...

Setara Desak Kapolri Respon Provokasi Peneliti BRIN  Ist.
Beritabatavia.com - Setara Institute menilai cara beberapa pemikir merespons perbedaan Hari Raya menunjukkan penerimaan atas perbedaan dan keberagaman masih rapuh dan miskin perspektif. Alih-alih menjadi penyeru toleransi atas perbedaan,sejumlah pemikir justru melakukan bullying terhadap kelompok yang berbeda. 

Hal itu disampaikan Ismail Hasani, Ketua Badan Pengurus Setara Institute Jakarta dan Halili Hasan, Direktur Eksekutif Setara Institute dalam siaran pers yang diterima beritabatavia.com pada Selasa 25 April 2023.

Keduanya menyebut, pernyataan provokatif terkait perbedaan Hari Raya Idul Fitri 2023 antara pemerintah dan Muhammadiyah telah menyulut kebencian seorang peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangeran Hasanuddin. Pernyataan Hasanuddin yang disertai ancaman pembunuhan mengafirmasi dan mendukung pernyataan provokatif Profesor BRIN Thomas Djamaludin, yang juga rutin menyebarkan pendapat terkait perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri, tetapi sangat tendensius dan sinikal pada ijtihad Muhammadiyah.

Senada dengan Thomas, Nadirsyah Hosen, pemikir Indonesia yang bermukim di Australia juga menyampaikan kritik serupa terhadap warga Muhammadiyah yang memperjuangkan hak beribadah.

A.P Hasanuddin mengakui cuitannya di media sosial sekaligus menegaskan bahwa akun yang bersangkutan bukan di-hack dan telah meminta maaf melalui pernyataan terbuka. Permintaan maaf dan pengakuan Hasanuddin boleh diapresiasi tetapi tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah. Perbuatan Hasanuddin telah memenuhi unsur pidana, baik dari sisi tindakan penghasutan, ujaran kebencian, maupun dampak perbuatannya yang menimbulkan kegaduhan.

"Pernyataan Hasanuddin bukanlah bentuk kebebasan berpendapat bukan pula kebebasan bagi seorang peneliti," kata Halili Hasan, Direktur Eksekutif Setara Institute . 

Menurutnya, cara beberapa pemikir merespons perbedaan Hari Raya menunjukkan penerimaan atas perbedaan dan keberagaman begitu rapuh dan miskin perspektif. Alih-alih menjadi penyeru toleransi atas perbedaan, sejumlah pemikir justru melakukan bullying terhadap kelompok yang berbeda. 

Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani menambahkan, inilah salah satu filosofi mengapa ujaran kebencian, diskriminasi, penghasutan kemudian dikualifikasi sebagai tindak pidana.
Bahkan SETARA Institute sejak lama memperkenalkan istilah condoning dan pelarangannya bagi pejabat publik. Condoning yang diartikan sebagai pernyataan pejabat publik yang berpotensi menimbulkan kebencian terhadap kelompok tertentu dan berpotensi menimbulkan kekerasan,secara etis adalah pelanggaran serius,sekalipun condoning belum dikualifikasi sebagai tindak pidana. 

"Selain mendorong terus penghargaan atas kemajemukan, publik juga mesti memperjuangkan kebertahanan kemajemukan itu. Bukan hanya menerima pluralisme sebagai fakta sosio-antropologis bangsa, tetapi juga mempertahankan pluralisme itu tetap eksis. Jika tindakan seperti yang dilakukan A.P Hasanuddin dibiarkan, maka atas nama pluralisme pula orang bisa melakukan represi terhadap yang lain, " tegas Ismail Hasani 

Oleh karena itu, SETARA Institute mendesak Kapolri untuk merespons dan menyikapi secara cepat dan tepat peristiwa ini, termasuk merespons secara presisi sejumlah laporan yang akan dilayangkan oleh beberapa pihak. Pembiaran tindakan seperti yang dilakukan oleh A.P Hasanuddin akan mendorong terjadinya normalisasi kebencian dan nornalisasi pluralisme represif. 0 rls/son


 

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Sabtu, 04 Mei 2024
Rabu, 01 Mei 2024
Rabu, 01 Mei 2024
Selasa, 30 April 2024
Minggu, 28 April 2024
Selasa, 23 April 2024
Selasa, 23 April 2024
Minggu, 21 April 2024
Sabtu, 20 April 2024
Kamis, 18 April 2024
Rabu, 17 April 2024
Selasa, 16 April 2024