Beritabatavia.com -
Gara-gara berselingkuh dengan napi wanita, Kepala lembaga pemasyarakatan wanita Versailles Perancis, Florent Goncalves (41 tahun) dipecat dari jabatannya.
Menurut Jaksa di bagian negara Perancis, Kepala LP Goncalves mengakui sedang jatuh cinta denganĀ Emma alias Yalda (21 tahun) tahanan yang dihukum sembilan tahun dalam kasus pembunuhan. Hukuman seks antara kepala penjara dengan napi wanita ini berlangsung antara Desember 2009 sampai Oktober 2010.
Terungkapnya kasus memalukan di lingkungan penjara Perancis, lantaran Goncalves seringĀ mengantarkan uang dan barang-barang kebutuhan kepada Emma. Lantaran pilih kasih, tahanan wanita lainnya melakukan protes. Namun tak pernah ditanggapi.
Ternyata ada udang dibalik batu. Perasaan Goncalves merasa kasihan dengan Emma, wanita muda yang dipenjara sejak berusia 17 tahun. Bukan hanya kasihan, namun Kepala Penjara melakukan hubungan intim dengan Emma.
Saat itu, Wanita keturunan Iran-Prancis diadili dengan status anak di bawah umur. Kasusnya, Emma
digunakan sebagai umpan geng pembunuhan Yahudi pada tahun 2006 untuk menggoda Ilan Halimi, pimpinan Geng Yahudi. Ternyata, Emma malah masuk ke perangkap penyamun. Emma disiksa dan akhirnya dia membunuh pimpinan geng itu.
Lantaran keresahan di tahanan memuncak, pemerintah Perancis melakukan penyelidikan internal
dan ditemukan bahwa wanita napi tersebut menggoda kepala LP juga seorang sipir berusia 36 tahun yang memberikan kiriman paket, uang telefon dan kartu SIM kepada Emma.
Sipir yang dituduh memasok satu Sim card juga dibebastugaskan sedangkan napi wanita itu sendiri dituduh melakukan penyembunyian. o end