Beritabatavia.com -
Lagi, Gayus Tambunan 'nyanyi' usai dijatuhkan vonis tujuh tahun penjara dalam kasus mafia pajak di pengadilan Negeri Jakarta selatan, Rabu (19/1). Setelah membongkar identitas pembuat paspor palsu atas nama Sony Laksono untuk digunakannya ke luar negeri. Gayus menuding bahwa kasusnya penuh dengan rekayasa dan melibatkan banyak pihak.
Dan paling menyengat, Gayus menyebut-nyebut nama anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, dan Yunus Husein.Gayus mengakui, kepergiannya ke Singapura sebelum di tangkap atas sepengetahuan Satgas. Saya tiga kali bertemu Satgas, tanggal 18, 22 dan 24 Maret (2010). Saat itu berulang kali Denny bilang kalau bisa kasus ini dipegang KPK, karena dia tidak percaya Mabes Polri. Keberangkatan saya pada tanggal 24 disuruh Denny, kata Gayus di PN Jaksel, Rabu (19/1)
Menurutnya, saran itu disampaikan Denny agar dirinya dan Andi Kosasih tidak menjadi korban. Bahkan, saat itu Denny meminta agar Gayus tidak kembali ke Indonesia, sebelum Haposan Hutagalung ditangkap.
Gayus kemudian mengungkapkan, saat bertemu dengan Satgas di Singapura, Denny dan Ota berjanji akan membantu mengungkap kasus mafia pajak ia akan dijadikan sebagai whistle blower Karena Denny dekat dengan media, dia akan ngomong di media setiap hari. Tapi saya malah dipojokkan terus menerus. Denny juga yang sarankan saya pakai Adnan Buyung, tapi dia malah bermanuver sendiri, bukannya membongkar mafia pajak, ungkap Gayus.
Dia mengaku terpaksa buka-bukaan, karena kecewa dengan sikap Satgas yang telah memperkeruh suasana dan menyudutkannya, dengan menyebutkan ia ke Bali bertemu Aburizal Bakrie dan mengamankan aset-asetnya saat pesiar ke luar negeri. Seolah-olah saya ini penjahat, kata Gayus.
Tolong jangan saya dijadikan alat politik. Saya kecewa yang sangat besar pada Satgas, khususnya Denny Indrayana, Mas Achmad Santosa, termasuk Yunus Husein, ada beberapa poin yang selama ini saya keep rapat-rapat untuk membantu mereka, tapi perbuatan mereka malah memperkeruh suasana, ujarnya. 0 son