Kamis, 27 Januari 2011 19:46:06

GERAM Sangat Geram dengan Merajalelanya Korupsi

GERAM Sangat Geram dengan Merajalelanya Korupsi

Beritabatavia.com - Berita tentang GERAM Sangat Geram dengan Merajalelanya Korupsi

Prihatin, geram dan gemas dengan kinerja pemerintah dalam memberantas korupsi di Indonesia, puluhan penggiat antikorupsi lintas organisasi dan ...

GERAM Sangat Geram dengan Merajalelanya Korupsi Ist.
Beritabatavia.com - Prihatin, geram dan gemas dengan kinerja pemerintah dalam memberantas korupsi di Indonesia, puluhan penggiat antikorupsi lintas organisasi dan profesi, mendeklarasikan Gerakan Rakyat Antimafia Hukum (Geram) di Jakarta, Kamis (27/1).

Geram mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk lebih tegas dalam masalah-masalah hukum. Geram juga memberikan dukungan penuh kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, serta pengadilan tindak pidana korupsi untuk berperang melawan korupsi.

Indonesia sudah dipenuhi oleh orang-orang yang hanya memperkaya diri sendiri. Korupsi menjadi fenomena luar biasa. Negeri ini membutuhkan pemimpin yang berani memerangi korupsi dengan jelas dan lugas. Kita butuh pemimpin yang berani memerangi korupsi dengan jelas dan lugas. Tidak bisa hanya implisit saja, kata Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan saat deklarasi.

Anies melanjutkan KPK dengan segala kelebihan dan kekurangan butuh dukungan tanpa syarat. Demikian pula dengan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum dengan segala macam problemnya juga perlu didukung
tanpa syarat.

Tanpa ada ketegasan dalam memerangi korupsi. Ini akan sangat panjang. Saya memang bukan ahli hukum. Tetapi, dengan mudah kita lihat fenomena memerangi korupsi memperhatikan faktor kekayaan, partai, kekuatan dan kekuasaan di luar hukum itu sendiri, papar eks anggota Tim 8 ini.

Menurut dia, sudah saatnya penegakan hukum seperti Dewi Keadilan yang matanya tertutup yang tidak memperhatikan warna partai, kekayaan dalam prosesnya.

Kami tegaskan ulang keyakinan dan seruan kami untuk menegakkan Indonesia yang tak menyerah kepada korupsi, kata Zainal Arifin Mochtar Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM.

Tokoh yang hadir dalam deklarasi pengacara Todung Mulya Lubis, Peneliti LIPI Ikrar Nusa Bhakri, Pengamat Politik Eep S.Fatah, Pengacara Taufik Basari, Wimar Witoelar, Anies Baswedan, Goenawan Mohammad, Sekjen TII Teten Masduki dan Komarudin Hidayat.

Lembaga Swadaya masyarakat seperti Komnas HAM dan Imparsial juga masuk ke dalamnya, Sederet nama terkenal juga ikut menjadi deklarator Geram seperti Olga Lidya, Happy Salma, Dian Sastro dan Glen Fredly. Deklarasi dibacakan oleh Ketua Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Zaenal Arifin Mochtar. o end

Berita Terpopuler
Berita Lainnya
Senin, 20 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Kamis, 16 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Senin, 13 Juli 2026
Kamis, 09 Juli 2026
Rabu, 08 Juli 2026
Jumat, 03 Juli 2026
Rabu, 24 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026
Jumat, 12 Juni 2026