Beritabatavia.com -
Selain kinerja Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) DKI Jakarta dinilai buruk hingga picu sebesar 20 persen jumlah masalah hukum di Jakarta. Sosok Kepala Kanwil BPN DKI Muhammad Ikhsan juga mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan masyarakat.
Sejumlah warga Mampang mengaku kesal karena kasus sengketa tanah mereka dengan pihak TNI AD, tak kunjung tuntas. Apalagi, saat ini jabatan Kepala Kanwil Jakarta Selatan sedang kosong. Sehingga, warga tidak tahu harus kemana menanyakan ihwal sengketa tanah mereka. Tak ada yang bisa berkomentar tentang hal ini, karena jabatan BPN Jaksel kosong, ujar salah seorang petugas Pamdal di lantai 8 kantor walikota Jaksel, beberapa waktu lalu. Saat itu sejumlah warga Mampang mendatangi kantor BPN Jaksel, namun tidak bertemu dengan Kepala BPN. Belakangan baru diketahui bahwa jabatan kepala BPN Jaksel sudah hampir setahun kosong, dan saat ini dijabat oleh Kepala Kanwil BPN DKI M Ikhsan.
Sementara beberapa warga yang mengaku telah menjadi korban akibat manipulasi yang dilakukan BPN Jaksel menyerukan agar Kepala Kanwil BPN DKI Ikhsan segera dicopot dari jabatannya. Karena, tidak cakap menjalankan tugasnya untuk menuntaskan kasus tanah di Jakarta. Selain itu, M Ikhsan juga dituding telah melakukan tindakan melawan hukum hingga merugikan negara ratusan miliar rupiah. M Ikhsan harus dipecat, telah merugikan negara saat menjabat Kepala BPN Jaksel . Kami sedang mengumpulka bukti-bukti untuk disampaikan ke KPK, ujar Wiganda seorang warga.
Sedangkan warga lainnya yang juga mengaku korban, M Sodik mengatakan selain mengumpulkan bukti kejahatan yang dilakukan M Ikhsan sejak Kepala BPN Jaksel, pihaknya juga mengajak seluruh kelompok masyarakat maupun LSM agar membuat pos pengaduan kejahatan M Ikhsan. Kami sudah siap mengirimkan bukti kejahatan M Ikhsan ke KPK, tegas M Sodik.0 son