Beritabatavia.com -
Pernyataan dokter bedah plastik yang menangani bedah jari dari bayi Maureen dibenarkan berbagai pihak. dr Gwendy Andiko, dokter bedah tersebut berpendapat bahwa pemakaian cairan infus bicnat itu keras, untuk orang dewasa apalagi bagi bayi, karena itu pemakaiannya harus ekstra hati-hati.
Hal ini dibenarkan oleh Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI), dr. Marius Widjajarta. Ia menegaskan, setiap rumah sakit harus memiliki standar pelayanan minimal medis (SPM) serta standar operasionalisasi pelayanan (SOP) yang sesuai dengan ketentuan yang ada. Menanggapi pernyataan pihak RS Global Medika Awal Bros yang menyebutkan bahwa rusaknya jaringan di bagian tangan kanan Maureen kemungkinan terjadi akibat cairan infus yang merembes karena tangannya yang aktif bergerak-gerak, itu merupakan alasan yang dicari-cari.
Kalau dikatakan bahwa ada cairan infus bicnat yang meluber, itu jelas menunjukkan adanya kesalahan sangat fatal yang dilakukan oleh pihak RS. Seharusnya, pihak RS melakukan monitoring terhadap infus yang dipasangkan kepada pasien apakah itu pasien dewasa maupun anak-anak. Sebab, mekanisme pemasangan serta pemberian cairan infus itu ada aturan yang spesifik dan tidak boleh dilanggar sedikitpun, tegas Marius, Kamis (3/3).
Untuk membuktikan adanya malpraktek dalam kasus putusnya jari bayi tersebut, imbuh Marius, perlu adanya penyelidikan secara mendalam. Namun, jika mengacu pada keterangan dari pihak RS Global Medika, mengindikasikan bahwa RS tersebut telah bersikap tidak profesional. O brn