Beritabatavia.com -
Pemimpin Libya, Muammar Gaddafi (Khadafi) makin menggila. Ia mengirimkan kekuatan senjata untuk kembali mengambil alih kontrol di Zawiyah, Libya bagian barat. Menurut TV Al Arabiya, tank penguasa menembaki pemukiman penduduk.
Mereka datang dengan artileri lengkap, tank lapis baja, kami menyaksikan perang dan pembunuhan yang tak pernah kami lihat di Irak. Saya pikir ini adalah pembasmian etnis (genosida), ujar seorang saksi yang diwawancarai TV itu di kota tepi pantai, Zawiyah, Sabtu (5/3).
Peperangan merasuk jauh ke dalam kota. Lebih dari 15 kendaraan lapis baja
masuk dengan tank. Mereka menembak kesegala arah. Mesjid di Zawiyah sekarang menyerukan jihad kepada pasukan pemerintah, ujar saksi tersebut.
Sementara Al Jazeera melaporkan hal yang sama. TV itu menyebut bahwa tank menembaki rumah di Zawiyah, yang terletak 30 mil sebelah barat Ibukota Libya, Tripoli.
Pasukan perlawanan di Zawiyah menambahkan, pasukan pemerintah telah berhasil mengambil alih kontrol daerah tepi pantai Mediterania, setelah terjadi pertempuran sengit pada Jumat, sehingga membuat pasukan perlawanan terpaksa bersembunyi di bangunan sekitar alun-alun kota Zawiyah.
Sesuatu yang buruk akan terjadi. Ini perang terbuka. Tank mereka ada di penjuru alun-alun. Mereka menutup akses jalan, mereka gunakan tank dan artileri berat untuk melindungi tentaranya, ujar Youssef Shagan, juru bicara pejuang perlawanan yang dikonfirmasi Reuters melalui telepon.
Namun Youssef menambahkan, pasukan perlawanan bertekad merebut kembali Zawiyah dengan menempuh segala resiko.
Sementara di Libya bagian Timur, berjarak 525 km-660 km dari Tripoli, terutama di kota Ras Lanuf, dan Bin Jawad, pasukan perlawanan untuk sementara relatif aman dan menguasai daerah timur yang kaya minyak.
Counter Attack ala Khadafi ini menunjukkan bahwa ia makin menggila dan tidak akan menyerah semudah pemimpin di negara tetangganya yaitu Mesir dan Tunisia O brn