Beritabatavia.com -
Modus penyeludupan narkoba terus berkembang. Kini celana dalam pun bisa dimanfaatkan untuk menyeludupkan sabu-sabu. Itulah yang dilakukan AAS (35) dan AAF (28), dua warga negara Iran yang menyembunyikan paket krisital bening sabu seberat 2 kilogram yang setara dengan harga Rp 3 miliar, di celana dalamnya.
Kedua warga negara Iran ditangkap saat mendarat di terminal II D Bandara Soekarno Hatta, Minggu (6/3) tengah malam pukul 22.30 WIB. Keduanya merupakan penumpang pesawat Emirates (EK 0358) rute Teheran-Dubai-Jakarta.
Petugas mencurigai gelagat pelaku yang mencurigakan dan berdasarkan data profil penumpang pesawat, warga negara Iran memang menjadi target utama penyelundupan narkotika karena merupakan salah satu negara high risk, ungkap Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Bea dan Cukai Soekarno Hatta, Gatot Sugeng Wibowo di Tangerang, Senin (7/3/2011).
Saat diperiksa tas bawannya, sambung dia, tak menemukan barang haram yang mencurigakan. Namun saat melintas X-ray, ada tanda-tanda kecurigaan di tubuh kedua penyelundup. Ternyata, sabu-sabu dikemas dalam kantong khusus pada celana dalam warna hitam yang dipakai kedua pelaku
AAF berstatus sebagai karyawan Asusransi NOVINn mengaku mau menjadi kurir narkoba karena terlilit utng sebesar US$20.000 kepada seorang.Kalau berhasil membagi barang ini ke Indonesia dan akan ketemu dengan seseorang di hotel, saya dijanjikan US$5.000, paparnya.
Sementara AAS, lelaki pengangguran terpaksa menjadi kurir karena tidak punya uang dan tidak punya pekerjaan tetap. AAS juga akan diberi uang US$5.000, karena itu resiko apapun diterjangnya demi untuk mendapatkan uang.
AAF dan AAS adalah warga negara Iran ke 5 yang tertangkap menyelundupkan narkotika sepanjang 2011 ini dari delapan penyelundupan narkotika yang terungkap. o end