Beritabatavia.com -
Perompak Somalia mengancam akan menembak mati satu per satu WNI yang mereka sandera di Kapal Sinar Kudus jika tuntutan tidak segera dipenuhi. Ancaman itu disampaikan Wakil Kapten Nahkoda Kapal Sinar Kudus, Mas Bukhin kepada adik kandungnya, Feby Susilo.
Feby menghubungi kakaknya kemarin. Feby menyebutkan, para perompak juga mengancam akan menaikan uang tebusan bila sampai hari ini tidak mendapatkan uang tersebut. Uang yang diminta sebesar 3,5 juta dollar AS atau sekitar 32 miliar rupiah.
Untuk tekanan fisik seperti pemukulan tidak mereka lakukan. Cuma untuk menekan psikis, kalau tidak ditebus akan ditembak satu per satu. Terus kemarin saat saya kontak terakhir Mas Bukhin itu terdengar suara tembakan 3-4 kali. Saya dengar sendiri suaranya, ujar Feby di Jakarta, Senin (11/4).
Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju Rotterdam, Belanda, pada 16 Maret 2011 lalu. Kapal diawaki 31 ABK, 20 orang di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI). Kapal itu bermuatan biji nikel.
Saat ini para sandera dilanda penyakit diare. Sementara persediaan makanan diperkirakan hanya cukup sampai sepekan ke depan. O ant/ brn (foto: istimewa)