Beritabatavia.com -
Komunitas internasional menjanjikan dana senilai US$ 9,9 miliar sebagai bantuan tanggap darurat dan bantuan jangka panjang untuk Haiti pada konferensi donor Haiti yang digelar PBB.
Bantuan US$ 5,3 miliar dalam dua tahun mendatang melebihi permintaan bantuan sebesar US$ 4 miliar yang diajukan oleh pemerintah Haiti untuk membangun proyek infrastruktur.
Ini uang muka yang dibutuhkan Haiti untuk pemulihan bangsanya, kata Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam sidang di New York.
Gempa besar tanggal 12 Januari lalu menewaskan sekitar 200.000 orang dan menyebabkan satu juta jiwa korban kehilangan tempat tinggal.
Akuntabilitas
Kontribusi terbesar datang dari AS dan Uni Eropa, namun lebih dari 130 negara serta lembaga internasional lain juga turut ambil bagian dalam konferensi ini.
Menlu AS Hillary Clinton, yang turut menjadi tuan rumah konferensi menyatakan tawaran bantuan negaranya sebesar US$ 1,15 miliar.
Sementara UE menjanjikan tambahan dana US$ 1,7 miliar untuk bahan makanan serta mendukung pembangunan kembali pemerintahan dibawah Presiden Rene Preval.
Bantuan internasional akan dipakai untuk membangun rumah sakit, sekolah dan bangunan pemerintah, menciptakan lapangan kerja serta reformasi sektor pertanian Haiti.
Menurut Sekjen PBB sistem pelacakan berbasis internet yang tangguh akan dipakai PBB untuk memastikan adanya akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana bantuan.
Sebuah komisi yang diketuai oleh Presiden Preval dan mantan Presiden AS Bill Clinton juga ditugasi memastikan bahwa dana diatur dan dipakai dengan baik (ant)