Beritabatavia.com -
Perwakilan petani Kebumen, Jawa Tengah yang menjadi korban kekerasan anggota TNI mengadu ke kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta Pusat, siang ini.
Mereka akan menuntut Komnas HAM memeriksa saki-saksi dan membuat rekomendasi pro yustisia dalam kasus ini. Anggota Badan Pekerja Kontras Chrisbiantoro menilai, informasi yang berkembang cenderung menyalahkan petani. Chris kini tengah mendampingi para petani Kebumen di Kantor Komnas HAM.
Aparat pemerintah setempat juga malah menyudutkan warga, seolah-olah memprovokasi TNI. Kemudian sekarang ini ada 3 dari 7 warga yang diperiksa polres kebumen. Dan ini tidak berimbang karena sampai saat ini belum ada satupun anggota TNI yang diperiksa, baru ada komitmen dari Pangdam Diponegoro, ujarnya di Jakarta, Senin (18/4).
Chrisbiantoro mengatakan,saat ini ada sekitar 100-an anggota TNI yang menjaga lokasi yang disengketakan. Ini membuat warga tidak berani beraktivitas seperti biasa.
Sebagaimana diketahui, petani di Desa Sentrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kebumen, Jawa Tengah, bentrok dengan sejumlah personel TNI. Bentorkan berawal dari penolakan petani terhadap latihan militer yang dilakukan TNI di daerah tersebut. Petani memblokir jalan menuju lokasi latihan.
Namun sejumlah anggota TNI justru membalas tindakan petani dengan tembakan dan pukulan. Akibat peristiwa ini 10 orang dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka tembak dan luka pukul. O brn