Beritabatavia.com -
Gara-gara korupsi pembangunan Wisma Atlet, citra Indonesia kini tercoreng di mata sesama negara peserta SEA Games. Bahkan dicemooh dan menjadi bahan tertawaan di negara ASEAN. Dan menuding Indonesia masih menjadi negara terkorup di dunia. Pemberantasan korupsi terus diperangi, sebaliknya aksi korupsi masih terus terjadi malah semakin merajalela.
Telepon saya terus berdering, email saya bunyi terus. Mereka menanyakan Mr Djoko apa yang terjadi di Indonesia. Ini jadi bahan tertawaan, nampalnya negara peserta SEA Games turut memantau kasus ini, ungkap Deputi I Indonesian SEA Games Organizing Committeee (OC), Djoko Pramono, dalam diskusi mingguan di Jakarta, Sabtu (14/5).
Selama ini, sambung dia, sudah prestasi olahraga Indonesia terus merosot, masih ditambah munculnya kasus korupsi yang terjadi d alam penyelenggaraan even olahraganya. Apalagi Indonesia sebagai tuan rumah SEA Games 2011, benar-benar sangat memalukan atas kejadian ini.
Pembina atlet terbaik di Indonesia ini mengaku khawatir dengan persiapan SEA Games, hingga sekarang ini belum rampung. Apalagi kini persiapan SEA Games dan sportivitas dunia olahraga diusik dugaan korupsi. Ini sudah dekat waktunya, tapi Perlengkapan pertandingan dan alat-alat olahraga belum ada. Kapan anak-anak bisa latihan, sambung mantan atlet nasional ini.
Diharapkan fasilitas peralatan dan tempat latihan untuk SEA Games bisa lebih dulu rampung, sehingga para atlet Indonesia bisa lebih dulu menggunakannya. Biar atlet-atlet kita lebih cepat beradaptasi. Nyatanya malah ada peristiwa kasus korupsi yang mencoreng kita selaku tuan rumah, kata mantan perwira Marinir itu.
Kasus korupsi ini, secara tidak langsung akan sedikit memberikan dampak bagi mental atlet Indonesia yang akan berjuang di Palembang nanti, tegasnya.
Memang terjadinya kasus korupsi tidak akan mengganggu penyelenggaraan SEA Games, pada November 2011 nanti. Namun dari segi peralatan dan tempat latihan yang belum juga rampung sesuai target yang ditentukan, ucapnya.
Djoko menambahkan, pada perode SEA Games lalu, Laos bisa menjadi tuan rumah yang baik. Padahal tingkat perekonomian Laos di bawah Indonesia. Itu lapangan bolanya di Laos seperti lapangan bola di kecamatan. Tapi pelaksanaan bisa berlangsung dengan baik, transportasi dan sebagainya, sehingga tak mengecewakan pesertanya, katanya.
KPK menangkap tangan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharam, Manajer Marketing PT Duta Graha Indah M El Idris, dan Mindo Rosalina Manulang yang berperan sebagai broker. KPK menyita cek Rp 3,2 miliar. Suap terkait proyek pembangunan wisma atlet di Palembang. Kasus ini menyeret 2 politisi Partai Demokrat di Komisi X DPR, Nazaruddin dan Angelina Sondakh yang disebut-sebut tersangkut kasus korupsi.
o end