Beritabatavia.com -
Pihak anti peretas (hacker) berpendapat sifat dari internet yang tidak mengenal batas karena itu diperlukan respons global untuk mengatasi hacker. Pandangan bahwa keamanan sekuriti internet hanyalah masalah teknis, bukan masalah penting, menunjukkan bahwa keamanan bukanlah prioritas bagi kebanyakan negara di dunia.
Top teknisi IT pemerintah India, R Chandrasekhar berpendapat bahwa kerjasama tingkat tinggi antar negara diperlukan. India sendiri acap kali diserang, oleh hacker yang diduga berasal dari Cina dan Pakistan.
Goverment to Goverment ada, namun baru pada tingkat menengah. Usaha untuk itu diperlukan. Kita masih perlu kerjasama di level atas, ujarnya.
Neelie Kroes, Wakil Presiden Komisi Eropa untuk Digital Agenda mengatakan bahwa ada rencana negara Uni Eropa untuk mengatasi serangan hacker pada 2012, dan mereka bekerjasama dengan AS.
Peter Coroneos, salah satu pendiri Asosiasi Industri Internet Internasional, serta Ketua Asosiasi Internet Australia, memasukkan hal ini dalam pertemuan G20 dan menghimbau agar negara dunia serius menangani hal ini.
Korsel mengatakan mereka telah membuat draft tersebut, namun beberapa negara Asia belum punya cara untuk menangkal serangan itu.
Indonesia Diserang 1,2 Juta Peretas Tiap HariIndonesia memperingatkan bahwa hacker dapat membuat kerusakan serius pada sebuah institusi.
Setiap hari, kami mendapat 1,2 juta serangan hacker disini, dari dalam dan luar negeri. Jika kami tidak meningkatkan kemampuan, kami menghadapi kehancuran sistem informasi publik dan institusi maupun komersial, ujar Gatot Dewa Broto, juru bicara Kementerian Komunikasi dan Infromasi.
Namun membuat negara bersatu tidak mudah, mengingat ideologi dan tujuan mereka masing-masing. Pemerintah Cina, misalnya lebih tertarik untuk melacak siapa yang mengacaukan internet ketimbang menghukum para hacker jahat.
Akhir-akhir ini, menurut saya, solusi Cina hanya untuk menemukan siapa melakukan apa di dunia maya ,ujar Stewart Baker, mantan pegawai perusahaan Homeland Security yang sekarang bekerja di Firma Hukum Steptoe and Johnson LLP.
Mungkin cara lain yang membuat Cina dan Amerika Serikat setuju, adalah membuat pelarangan internet untuk pornografi anak dan teroris.
Semua setuju bahwa pornografi anak berbahaya. Dunia juga tidak mau menyokong terorisme, ujar Jim Lewis, ahli cyber dari CSIS. Lewis berkata bahwa Beijing punya banyak alasan untuk memburu hacker kriminal. Tidak ada yang suka hacker, termasuk Cina, Mereka khawatir jika para hacker mereka menyerang pemerintah sendiri, jelasnya. O reuters/brn